Arab Saudi Resmi Ajukan Keanggotaan BRICS, AS Makin Emosi

Rabu, 19 Oktober 2022 - 16:17 WIB
loading...
A A A
“Siapa pun yang menantang keberadaan negara dan kerajaan ini, kita semua, kita adalah proyek jihad, dan kesyahidan. Itu pesan saya kepada siapa pun yang berpikir bahwa dia dapat mengancam kita,” tegas dia.

Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman mengatakan para pemimpin Saudi “terkejut” dengan tuduhan palsu AS bahwa Riyadh mendukung Rusia melawan Ukraina.

Rusia, China, dan anggota BRICS lainnya dilaporkan sedang mengembangkan mata uang cadangan global baru, yang berpotensi merusak dominasi dolar AS.

Penambahan Arab Saudi ke blok tersebut berpotensi memiliki implikasi yang luas, mengingat kekuatan dolar sebagian berasal dari statusnya sebagai mata uang dominan di pasar minyak internasional.

Arab Saudi dilaporkan telah mempertimbangkan menjual minyak mentah dalam yuan China.

Meskipun AS dan Arab Saudi bukan sekutu formal, kemitraan mereka telah menjadi salah satu yang paling lama dan saling menguntungkan di kawasan ini.

Riyadh adalah pembeli utama senjata Amerika. AS, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia, telah berusaha menjaga produksi minyak mentah Saudi mengalir ke pasar internasional pada tingkat yang tinggi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Berita Terkini
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved