Ilmuwan: Peluang Perang Nuklir AS-Rusia seperti Russian Roulette
Selasa, 18 Oktober 2022 - 12:40 WIB
loading...
Ilmuwan Max Tegmark sebut peluang perang nuklir AS dan Rusia seperti permainan Russian Roulette. Foto/US Air Force
A
A
A
WASHINGTON - Prospek yang mengerikan dari perang nuklir apokaliptik sekarang adalah satu dari enam peluang seperti permainan "Russian Roulette". Hal ini disampaikan ilmuwan terkemuka asal Swedia, Max Tegmark.
Tegmark, yang merupakan profesor Massachusetts Institute of Technology, mengatakan bahwa peluang pecahnya perang nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia hampir sama dengan kalah dalam permainan "Russian Roulette: one in six".
Sejak AS menjatuhkan bom nuklir di Jepang pada akhir Perang Dunia II, ancaman perang nuklir telah menjadi kemungkinan tetapi biasanya prospek yang tidak mungkin karena konsekuensi bencana.
Baca juga: Elon Musk Sebut Rusia Dapat Gunakan Nuklir untuk Pertahankan Crimea, Waswas Perang Dunia III
Kebuntuan krisis rudal Kuba pada tahun 1962 dikenal sebagai titik di mana dunia muncul di ambang perang nuklir atas Uni Soviet yang mengerahkan rudal balistik di Kuba.
Sekarang, dunia melihat dengan gugup di medan pertempuran Ukraina di mana pemimpin Rusia Vladimir Putin tidak mendapatkan kesuksesan yang dia harapkan dan menggunakan kemungkinan senjata nuklir sebagai ancaman.
Tegmark, yang merupakan profesor Massachusetts Institute of Technology, mengatakan bahwa peluang pecahnya perang nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia hampir sama dengan kalah dalam permainan "Russian Roulette: one in six".
Sejak AS menjatuhkan bom nuklir di Jepang pada akhir Perang Dunia II, ancaman perang nuklir telah menjadi kemungkinan tetapi biasanya prospek yang tidak mungkin karena konsekuensi bencana.
Baca juga: Elon Musk Sebut Rusia Dapat Gunakan Nuklir untuk Pertahankan Crimea, Waswas Perang Dunia III
Kebuntuan krisis rudal Kuba pada tahun 1962 dikenal sebagai titik di mana dunia muncul di ambang perang nuklir atas Uni Soviet yang mengerahkan rudal balistik di Kuba.
Sekarang, dunia melihat dengan gugup di medan pertempuran Ukraina di mana pemimpin Rusia Vladimir Putin tidak mendapatkan kesuksesan yang dia harapkan dan menggunakan kemungkinan senjata nuklir sebagai ancaman.
Lihat Juga :