Bangkrut Akibat Biaya Tinggi, Banyak Rumah Sakit di Jerman Terancam Tutup

Senin, 17 Oktober 2022 - 22:20 WIB
loading...
Bangkrut Akibat Biaya...
Para perawat berada di rumah sakit di Jerman. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Banyak rumah sakit di Jerman terancam bangkrut karena melonjaknya harga energi dan inflasi. Hal itu bisa dicegah jika pemerintah federal memberikan bantuan.

Peringatan itu diungkapkan Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach pada Minggu (16/10/2022).

“Jika kita tidak bereaksi dengan cepat dan sangat drastis, akan ada penutupan,” papar Lauterbach kepada penyiar negara ARD.

Dia menambahkan, “Rumah sakit akan menghadapi masalah likuiditas yang sangat drastis dalam beberapa bulan ke depan.”

Baca juga: India Mulai Produksi Versi Canggih Senjata Kebanggaan Rusia

Federasi Rumah Sakit Jerman pekan lalu mengeluh kesenjangan pendanaan bisa bertambah hingga sekitar 15 miliar euro pada 2022 dan 2023.

Meski demikian, Lauterbach menepis perkiraan itu, dengan mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi seberapa mahal listrik tahun depan.

Federasi, bagaimanapun, mengatakan biaya energi tambahan hanya sekitar sepertiga dari jumlah itu, sementara sisanya adalah "kenaikan biaya material yang tidak dibiayai kembali" karena inflasi yang melonjak.

Baca juga: Wali Kota Umumkan Mobilisasi Parsial Selesai di Moskow

Menteri kesehatan akan bertemu Menteri Keuangan Christian Lindner pada Selasa untuk membahas potensi bentuk bantuan yang dapat diberikan pemerintah.

Namun untuk saat ini belum ada pembentukan dana federal khusus untuk membantu menjaga fasilitas kesehatan tetap berjalan.

“Rumah sakit berada dalam situasi yang sangat khusus, tetapi kami tidak dapat membuat dana khusus yang terpisah untuk setiap bidang,” ujar dia.

Inflasi tahunan di Jerman terus meningkat dua digit, meningkat menjadi 10,9% pada September, menurut data final dari Kantor Statistik Federal (Destatis) pada Kamis.

“Tingkat inflasi telah mencapai tertinggi sepanjang masa sejak reunifikasi Jerman," ungkap Presiden Destatis Georg Thiel.

Dia mengutip "kenaikan harga yang sangat besar" untuk produk energi, serta biaya makanan, sebagai alasan utama inflasi yang tinggi.

Ekonom terkemuka Jerman baru-baru ini memperingatkan meroketnya harga gas dapat mendorong ekonomi terbesar Uni Eropa ke dalam resesi.

Mereka memperkirakan Jerman akan menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampak perlambatan ekonomi global tahun depan.

Uni Eropa saat ini sedang berjuang dengan krisis energi yang parah, dengan harga gas mencapai tingkat rekor, menaikkan inflasi secara keseluruhan.

Rusia pernah memenuhi lebih dari 40% kebutuhan gas UE, sebelum dimulainya operasi militernya di Ukraina dan sanksi berikutnya.

Pasokan telah turun secara dramatis tahun ini, memperburuk krisis energi karena blok tersebut berusaha mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia dan menghukum Moskow.

Raksasa energi Jerman EnBW AG mengumumkan pada Selasa bahwa harga gas untuk rumah tangga akan naik lagi rata-rata 38%, mulai 1 Desember.

Pengumuman tersebut muncul sekitar tiga bulan setelah kenaikan sebelumnya berlaku.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Berita Terkini
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Infografis
Quadcopter, Drone Sniper...
Quadcopter, Drone Sniper Israel yang Patroli di Rumah Sakit Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved