Bangun Kota Rudal Bawah Tanah, Iran Sebut Mimpi Buruk bagi Musuh
Senin, 06 Juli 2020 - 08:28 WIB
loading...
Salah satu situs rudal bawah tanah yang pernah dipamerkan Iran dalam sebuah video Mei 2019. Foto/YouTube/Iran Military Tube
A
A
A
TEHERAN - Iran telah membangun beberapa "kota rudal" bawah tanah di berbagai wilayah termasuk di pantainya di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri, menyebut fasilitas senjata itu menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuh negara para Mullah.
Tangsiri, dalam wawancaranya dengan mingguan Sobh-e Sadeq yang dipublikasikan hari Minggu, mengatakan jaringan persenjataan itu mencakup bungker bawah tanah, serta anjungan terapung lepas pantai. (Baca: Iran Rilis Foto Terbaru 'Kota Rudal' Bawah Tanah Rahasia )
"Iran telah mendirikan kota-kota rudal darat dan lepas pantai bawah tanah di sepanjang pantai Teluk Persia dan Teluk Oman, yang akan menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuh Iran," kata Tangsiri.
"IRGC kini hadir di mana-mana di perairan ini, Angkatan Laut-nya telah mengerahkan 23.000 personel layanan dan 428 personel armada di sepanjang perbatasan selatan," ujarnya yang dilansir Russia Today, Senin (6/7/2020).
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri, menyebut fasilitas senjata itu menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuh negara para Mullah.
Tangsiri, dalam wawancaranya dengan mingguan Sobh-e Sadeq yang dipublikasikan hari Minggu, mengatakan jaringan persenjataan itu mencakup bungker bawah tanah, serta anjungan terapung lepas pantai. (Baca: Iran Rilis Foto Terbaru 'Kota Rudal' Bawah Tanah Rahasia )
"Iran telah mendirikan kota-kota rudal darat dan lepas pantai bawah tanah di sepanjang pantai Teluk Persia dan Teluk Oman, yang akan menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuh Iran," kata Tangsiri.
"IRGC kini hadir di mana-mana di perairan ini, Angkatan Laut-nya telah mengerahkan 23.000 personel layanan dan 428 personel armada di sepanjang perbatasan selatan," ujarnya yang dilansir Russia Today, Senin (6/7/2020).
Lihat Juga :