Apa yang Membuat Senjata Nuklir 'Taktis'? Ini Penjelasannya

Minggu, 16 Oktober 2022 - 14:15 WIB
loading...
Apa yang Membuat Senjata...
Apa yang membuat senjata nuklir taktis? Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
JAKARTA - Senjata nuklir tiba-tiba mencuri perhatian belakangan ini. Mulai dari kecemasan akan negara-negara Eropa akan ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan senjata nuklir di Ukraina, hingga Korea Utara yang terus melakukan uji coba rudal berkemampuan senjata pemusnah massal itu.

Pembicaraan, perdebatan hingga pengembangan senjata nuklir saat ini tidak pernah terlihat sejak era Perang Dingin. Padahal, hingga saat ini tidak ada definisi universal tentang senjata macam itu.

Para analis mencatat bahwa penggunaan jenis perangkat senjata nuklir apa pun akan mematahkan “tabu nuklir” yang berlaku sejak Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom atom di Jepang pada tahun 1945, satu-satunya pengerahan senjata itu dalam perang.

Berikut adalah karakteristik senjata nuklir taktis dan mengapa mereka menarik begitu banyak perhatian seperti dilansir dari Reuters, Minggu (16/10/2022).

Apa itu senjata nuklir taktis?

Senjata nuklir taktis sering dicirikan oleh ukurannya, jangkauannya, atau penggunaannya untuk target militer terbatas.

Mereka sering disebut sebagai "senjata non-strategis," berbeda dengan senjata strategis, yang didefinisikan militer AS sebagai senjata yang dirancang untuk menargetkan kemampuan perang musuh dan keinginan untuk berperang, termasuk manufaktur, infrastruktur, transportasi dan sistem komunikasi, serta target lainnya.

Sebaliknya, senjata taktis dirancang untuk mencapai tujuan militer yang lebih terbatas dan langsung yang memenangkan pertempuran.

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan senjata dengan "hasil" yang lebih rendah, atau jumlah daya yang dilepaskan selama ledakan.

Mereka biasanya berkali-kali lebih besar dari bom konvensional, menyebabkan kejatuhan radioaktif dan efek mematikan lainnya di luar ledakan itu sendiri, dan tidak ada ukuran yang disepakati yang mendefinisikan senjata taktis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved