Lukashenko Peringatkan Bahayanya Nuklir Putin, Bisa Sebabkan Kiamat
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
"Dan tidak ada seorang pun, saya ingin menggarisbawahi ini, saya tahu pasti dari Presiden Putin sendiri, tidak ada yang menetapkan tujuan untuk menggunakan senjata nuklir," imbuh Lukashenko yang selama ini dikenal sebagai sekutu Putin.
Ketika Ukraina memperkuat pertahanannya dan serangan baliknya terus merusak pasukan Rusia, retorika Putin semakin agresif, di mana presiden Rusia itu secara eksplisit mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk melindungi wilayah-wilayah yang baru saja dicaplok.
Lukashenko mengatakan bahwa jika garis merah tertentu dilanggar di Ukraina, Putin dapat melanjutkan serangannya terhadap negara itu dengan cara yang lebih buruk daripada yang sudah dia lakukan.
Lukashenko merujuk serangan rudal Putin terhadap infrastruktur Ukraina yang menewaskan warga sipil, menghancurkan jembatan, gedung, dan pembangkit listrik, dan mengatakan jika Putin tersudut, lebih banyak serangan serupa bisa terjadi.
Menurutnya, Rusia memiliki senjata paling modern dan tidak membutuhkan senjata nuklir untuk memenangkan perang.
Namun, Michael Kimmage, profesor dan ketua departemen sejarah Universitas Katolik Amerika, mengatakan kepada Newsweek bahwa Lukashenko adalah sekutu Kremlin, dan pesannya mungkin hanya untuk mengintimidasi.
Kimmage mengatakan pesan itu juga bisa menjadi tanggapan terhadap deklarasi Presiden Joe Biden tentang bagaimana Amerika Serikat akan campur tangan jika diperlukan dan pengumuman Uni Eropa (UE) bahwa mereka akan mendukung serangan langsung terhadap militer Rusia jika perang nuklir diluncurkan.
Ketika Ukraina memperkuat pertahanannya dan serangan baliknya terus merusak pasukan Rusia, retorika Putin semakin agresif, di mana presiden Rusia itu secara eksplisit mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk melindungi wilayah-wilayah yang baru saja dicaplok.
Lukashenko mengatakan bahwa jika garis merah tertentu dilanggar di Ukraina, Putin dapat melanjutkan serangannya terhadap negara itu dengan cara yang lebih buruk daripada yang sudah dia lakukan.
Lukashenko merujuk serangan rudal Putin terhadap infrastruktur Ukraina yang menewaskan warga sipil, menghancurkan jembatan, gedung, dan pembangkit listrik, dan mengatakan jika Putin tersudut, lebih banyak serangan serupa bisa terjadi.
Menurutnya, Rusia memiliki senjata paling modern dan tidak membutuhkan senjata nuklir untuk memenangkan perang.
Namun, Michael Kimmage, profesor dan ketua departemen sejarah Universitas Katolik Amerika, mengatakan kepada Newsweek bahwa Lukashenko adalah sekutu Kremlin, dan pesannya mungkin hanya untuk mengintimidasi.
Kimmage mengatakan pesan itu juga bisa menjadi tanggapan terhadap deklarasi Presiden Joe Biden tentang bagaimana Amerika Serikat akan campur tangan jika diperlukan dan pengumuman Uni Eropa (UE) bahwa mereka akan mendukung serangan langsung terhadap militer Rusia jika perang nuklir diluncurkan.
Lihat Juga :