Musk Ungkap Alasan Tak Mau Lagi Gratiskan Layanan Starlink untuk Ukraina

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 01:01 WIB
loading...
Musk Ungkap Alasan Tak...
Pendiri SpaceX dan CEO Tesla Elon Musk berbicara di layar selama Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol, 29 Juni 2021. Foto/REUTERS/Nacho Doce
A A A
WASHINGTON - CEO SpaceX Elon Musk mengklaim dia mengikuti instruksi untuk "f**k off" yang diucapkan Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andrey Melnik kepadanya.

Dengan alasan itu, Musk tak mau lagi menyediakan layanan satelit Starlink secara gratis ke Kiev.

CEO SpaceX mengkonfirmasi masalah koneksi internet itu pada Jumat (14/10/2022).



Dia menanggapi koresponden dari Kyiv Post, yang berbagi berita tentang permintaan perusahaannya agar Pentagon membayar tagihan Ukraina yang terus bertambah dan mencatat bagaimana Melnik menghina Musk baru-baru ini.

"Kami hanya mengikuti rekomendasinya," tweet Musk, menambahkan emoji “pria mengangkat bahu”.

Melnik mengecam Musk di Twitter pekan lalu, setelah miliarder Amerika Serikat (AS) itu melayangkan rencana perdamaian Ukraina-Rusia yang melibatkan Ukraina menyerahkan beberapa wilayah dan mengadopsi status netral.

Banyak pejabat Ukraina menolak proposal Musk itu dengan kemarahan. Melnik mengatakan pesannya kepada Musk adalah "balasan yang sangat diplomatis."

Baca juga: CEO Gazprom: Seluruh Kota di Eropa Bisa Beku saat Puncak Musim Dingin

Beberapa hari kemudian, pasukan Ukraina dilaporkan mulai mengalami masalah dengan akses ke sistem Starlink, dengan Financial Times menggambarkan, "Panggilan panik dari tentara ke saluran bantuan."

Musk mengklaim perusahaannya telah memberikan layanan gratis ke Ukraina hingga USD80 juta.

Pada Kamis, CNN menerbitkan surat, yang dikirim SpaceX ke Pentagon pada September, menuntut agar itu menutupi biaya pengoperasian sistem di Ukraina.

“Perusahaan tidak lagi dalam posisi untuk lebih lanjut menyumbangkan terminal ke Ukraina, atau mendanai terminal yang ada untuk jangka waktu yang tidak terbatas," ungkap dokumen itu seperti dikutip.

Para pendukung Ukraina memuji sistem internet berbasis satelit Musk yang menyediakan komunikasi untuk pemerintah Ukraina.

Rusia dituduh telah mencoba dan gagal untuk menonaktifkan terminal Starlink di Ukraina pada beberapa kesempatan. Klaim itu dibantah Moskow.

Melnik, diplomat top Ukraina yang menjadi pusat kontroversi, memiliki catatan panjang menghina berbagai tokoh publik, termasuk Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Selama masa jabatannya di Berlin, dia menyebut pemimpin Jerman itu sebagai "hati yang tersinggung" setelah Scholz mempermasalahkan penolakan Kiev menjadi tuan rumah kunjungan yang diusulkan Presiden Frank-Walter Steinmeier.

Jumat menandai hari terakhir penempatan Melnik di Kedutaan Besar Ukraina di Berlin.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky membebaskan Melnik dari posisinya pada Juli, tetapi butuh berbulan-bulan untuk mengangkat penggantinya.

Diplomat itu dipanggil kembali setelah wawancara, di mana dia menyangkal pembersihan etnis Polandia dan Yahudi oleh nasionalis Ukraina selama Perang Dunia II.

Di antara target terbaru dari omelan Melnik adalah politisi Jerman, yang mempertanyakan mengapa putra diplomat yang berusia 20 tahun itu belajar di Berlin daripada pergi ke garis depan untuk berperang melawan Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Berita Terkini
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved