Lebih dari 100 Orang Tewas Dalam Protes Kematian Penyanyi di Ethiopia
Senin, 06 Juli 2020 - 00:19 WIB
loading...
Jumlah orang yang tewas dalam aksi demonstrasi di wilayah Oromia, Ethiopia telah melonjak menjadi 156 dari penghitungan awal 80. Foto/REUTERS
A
A
A
ADDIS ABABA - Jumlah orang yang tewas dalam aksi demonstrasi di wilayah Oromia, Ethiopia telah melonjak menjadi 156 dari penghitungan awal 80. Aksi demonstrasi ini disebabkan oleh penembakan Haacaaluu Hundeessaa, seorang musisi ternama di Ethiopia.
Jibril Mohammed, kepala Biro Keamanan dan Perdamaian Oromia, mengatakan 156 orang itu adalah mereka yang tewas di wilayah Oromia, yang merupakan yang paling parah dilanda aksi demonstrasi tersebut.
( Baca juga: Lebih dari 80 Orang Tewas dalam Protes Kematian Penyanyi di Ethiopia )
"Lebih banyak kematian mungkin akan dilaporkan karena sejumlah orang yang mengalami cedera masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sekitar 145 dari korban adalah warga sipil sementara 11 adalah personel keamanan," ucap Jibril, seperti dilansir Reuters pada Senin (6/7/2020).
Sebelumnya diwartakan, Haacaaluu ditembak mati pada akhir Juni lalu yang menurut kepolisian merupakan pembunuhan berencana. Unjuk rasa itu menunjukkan kemarahan atas pembunuhan tokoh publik itu dan perasaan marjinalisasi politik yang pecah di ibu kota dan kota lain di sekitar Oromiya.
Jibril Mohammed, kepala Biro Keamanan dan Perdamaian Oromia, mengatakan 156 orang itu adalah mereka yang tewas di wilayah Oromia, yang merupakan yang paling parah dilanda aksi demonstrasi tersebut.
( Baca juga: Lebih dari 80 Orang Tewas dalam Protes Kematian Penyanyi di Ethiopia )
"Lebih banyak kematian mungkin akan dilaporkan karena sejumlah orang yang mengalami cedera masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sekitar 145 dari korban adalah warga sipil sementara 11 adalah personel keamanan," ucap Jibril, seperti dilansir Reuters pada Senin (6/7/2020).
Sebelumnya diwartakan, Haacaaluu ditembak mati pada akhir Juni lalu yang menurut kepolisian merupakan pembunuhan berencana. Unjuk rasa itu menunjukkan kemarahan atas pembunuhan tokoh publik itu dan perasaan marjinalisasi politik yang pecah di ibu kota dan kota lain di sekitar Oromiya.
Lihat Juga :