Warga Polandia Didesak Tinggalkan Belarusia

Selasa, 11 Oktober 2022 - 17:17 WIB
loading...
Warga Polandia Didesak Tinggalkan Belarusia
Warga Polandia didesak tinggalkan Belarusia. Foto/Ilustrasi
A A A
WARSAWA - Warga Polandia di Belarusia harus meninggalkan negara itu dengan sarana komersial dan pribadi yang tersedia. Demikian peringatan yang dikeluarkan pemerintan Polandia dalam panduan bagi para pelancorng yang diposting ke situs webnya.

Warsawa juga menerbitkan panduan serupa untuk orang Polandia yang tinggal di Rusia bulan lalu.

Peringatan itu datang ketika konflik antara Rusia dan Ukraina meningkat, dengan Moskow menyerang situs infrastruktur di beberapa kota Ukraina pada hari Senin. Serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang dikecam sebagai serangan teroris oleh Kiev di Jembatan Crimea, satu-satunya struktur yang menghubungkan semenanjung itu ke daratan Rusia seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (11/10/2022).

Baca: Anggap Ukraina Ancaman, Tentara Belarusia Gabung dengan Pasukan Rusia

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko sebelumnya mengklaim bahwa dia telah diberi tahu bahwa Ukraina sedang merencanakan serangan serupa terhadap negaranya, menunjukkan bahwa "Tuan" Kiev di Barat membuat mereka melakukan provokasi.

Sebagai persiapan, dia telah mengumpulkan 15.000 tentara di dekat perbatasan dengan Ukraina, memberi tahu "presiden Ukraina dan orang gila lainnya" bahwa jika mereka mencoba sesuatu seperti serangan jembatan di Belarusia, "Jembatan Krimea akan tampak seperti bunga bagi mereka."

Warsawa bersikeras bahwa menyakan mereka bukan pihak dalam perang ini,” menyatakan “Polandia adalah negara yang aman” bahkan ketika pemerintah itu mulai memeriksa sekitar 62.000 tempat perlindungan bom untuk kesiapan tempur.

Baca: Presiden Belarusia Merasa Terancam Serangan Nuklir dari Polandia

Negara Eropa Timur itu telah menjadi salah satu pendukung paling gencar dari tindakan ekonomi dan bahkan militer terhadap Rusia dan sekutunya Belarusia.

Polandia adalah salah satu negara Uni Eropa pertama yang berhenti memberikan visa kepada warga negara Rusia, dan Presiden Andrzej Duda pekan lalu menyarankan negaranya harus berpartisipasi dalam program “berbagi nuklir” AS, di mana Washington menempatkan nuklirnya sendiri di wilayah sekutu NATO-nya, mengalihkan risiko kesiapan nuklir.
(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2927 seconds (11.97#12.26)