Kanselir Jerman: Penggunaan Senjata Nuklir Tidak Dapat Diterima

Minggu, 09 Oktober 2022 - 04:30 WIB
loading...
Kanselir Jerman: Penggunaan...
Kanselir Jerman: Penggunaan Senjata Nuklir Tidak Dapat Diterima. FOTO/Reuters
A A A
BERLIN - Kanselir Jerman , Olaf Scholz memperingatkan terhadap penggunaan senjata nuklir dalam konflik Rusia-Ukraina. Ia menyebut penggunaan senjata itu sangat berbahaya.

“Kita perlu memberikan jawaban yang jelas terhadap ancaman nuklir: Mereka berbahaya bagi dunia, dan penggunaan senjata nuklir tidak dapat diterima,” kata Scholz dalam konferensi pers di Praha, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (7/10/2022).

Baca: Dua Menteri Jerman Bertengkar Soal Perang dengan Rusia

Dia membuat komentar sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang peringatan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bahwa dunia sekarang menghadapi prospek perang nuklir tertinggi dalam 60 tahun.

Scholz mengatakan, bahwa para pemimpin Uni Eropa membahas perkembangan terakhir selama pertemuan informal mereka di Praha pada hari Jumat dan menegaskan kembali dukungan politik, ekonomi, dan militer mereka untuk Ukraina.

“Dari Praha, kami memberikan pesan yang jelas: negara-negara Eropa berdiri kokoh di samping Ukraina. Kami akan terus mendukung Ukraina untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya,” katanya.

Scholz juga menggarisbawahi bahwa negara-negara Eropa tidak akan pernah mengakui pencaplokan ilegal Rusia atas wilayah timur Ukraina bulan lalu setelah referendum kontroversial. “Bagi kami, referendum palsu ini batal demi hukum,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Ruben Onsu Tegur Keras...
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio: Jangan Buat Kesan Seolah Ayahnya Sudah Tidak Ada
Sandy Tumiwa Ungkap...
Sandy Tumiwa Ungkap Alasan Unggah Foto Tessa kaunang Berhijab, Kangen!
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Infografis
20 Kolonel Pecah Bintang...
20 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved