Indonesia Menentang Debat PBB soal Perlakuan China terhadap Muslim Uighur

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 10:54 WIB
loading...
Indonesia Menentang...
Indonesia bagian dari 19 anggota Dewan HAM PBB yang memberikan suara tidak dalam voting perlu tidaknya memperdebatkan perlakuan China terhadap Muslim Uighur di Xinjiang. Foto/REUTERS
A A A
JENEWA - Indonesia menjadi bagian dari 19 anggota Dewan HAM PBB yang memberikan suara menentang perdebatan tentang perlakuan China terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

China selama ini diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang meluas terhadap Muslim Uighur dan minoritas lainnya di wilayah Xinjiang.

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya bulan lalu membawa rancangan keputusan yang menargetkan China ke Dewan HAM PBB, mengajukan debat tentang krisis Xinjiang.

Baca juga: PBB Nyatakan Muslim Uighur Disiksa, Ini Reaksi China

Langkah itu dilakukan setelah mantan Kepala HAM PBB Michelle Bachelet merilis laporan tentang Xinjiang yang telah lama tertunda. Laporan itu menyebut minoritas Muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang mengalami penyiksaan.

Negara-negara Barat berpikir bahwa tidak lebih dari sekadar berbicara tentang temuan-temuan itu.

Namun dalam momen drama tajam, negara-negara di Dewan HAM PBB yang beranggotakan 47 negara di Jenewa memilih 19:17 menentang mengadakan debat tentang HAM di Xinjiang, dengan 11 negara lainnya abstain.

"Ini adalah kemenangan bagi negara-negara berkembang dan kemenangan bagi kebenaran dan keadilan," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying di Twitter.

Amnesty International mencap pemungutan suara itu lucu, sementara Human Rights Watch (HRW) mengatakan itu mengkhianati korban pelecehan.

“Amerika Serikat mengutuk pemungutan suara hari ini yang mencegah diskusi tentang Xinjiang,” tulis Duta Besar AS untuk Dewan HAM PBB Michele Taylor di Twitter.

"Kelambanan dengan memalukan menunjukkan beberapa negara bebas dari pengawasan dan diizinkan untuk melanggar HAM dengan impunitas."

Negara-negara yang memberikan suara menentang debat adalah Bolivia, Kamerun, China, Kuba, Eritrea, Gabon, Indonesia, Pantai Gading, Kazakhstan, Mauritania, Namibia, Nepal, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Venezuela.

Argentina, Armenia, Benin, Brasil, Gambia, India, Libya, Malawi, Malaysia, Meksiko, dan Ukraina memilih abstain.

"Washington dan beberapa negara Barat telah menggunakan Xinjiang untuk menyebarkan desas-desus dan menimbulkan masalah, terlibat dalam manipulasi politik dengan kedok HAM, berusaha untuk mencoreng citra China,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan.

“Plot oleh AS dan beberapa negara Barat sekali lagi gagal," lanjut kementerian tersebut.

“Masalah terkait Xinjiang pada dasarnya bukan masalah HAM, tetapi masalah kontra-terorisme, deradikalisasi, dan anti-separatisme.”

Rancangan keputusan terkait krisis Xinjiang diajukan oleh Amerika Serikat, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Norwegia, Swedia dan Turki.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa pemerintah memberikan suara menentang debat tentang krisis Xinjiang di Dewan HAM PBB. "Indonesia tidak ingin masalah Xinjiang dipolitisasi," kata juru bicara kementerian tersebut, Duta Besar Teuku Faizasyah, dalam press briefing Jumat (7/10/2022).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved