Surat Kabar Le Figaro Ungkap Puluhan Mata-mata Prancis Dikerahkan di Ukraina

Kamis, 06 Oktober 2022 - 15:57 WIB
loading...
Surat Kabar Le Figaro...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menghadiri upacara pengibaran bendera di kota Izium, Kharkiv, Ukraina, 14 September 2022. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Puluhan operator Prancis dari Direktorat Jenderal Keamanan Eksternal (DGSE) dikerahkan ke Ukraina di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev.

Surat kabar Le Figaro melaporkan hal tersebut mengutip sumber intelijen.

Sumber tersebut mengatakan kepada koresponden senior internasional surat kabar Georges Malbrunot bahwa, “Sekitar lima puluh orang dari DGSE Action Service telah dikerahkan di Ukraina sejak awal invasi Rusia.”

“Para agen tersebut melakukan tugas yang berbeda di negara ini, di antaranya memproses citra satelit yang disediakan Paris ke Kiev,” ungkap Malbrunot.

Baca juga: 31 tewas dalam Penembakan Massal di Pusat Penitipan Anak Thailand

“Mata-mata juga bekerja dengan bahan tertentu yang disediakan ke Ukraina, mungkin termasuk howitzer self-propelled Ceasar buatan Prancis,” papar laporan Le Figaro.

Prancis telah menjadi salah satu pendukung utama otoritas Ukraina dalam konflik yang sedang berlangsung, mengirimkan berbagai macam peralatan untuk perjuangan mereka melawan Rusia.

Moskow telah berulang kali mendesak Barat berhenti "memompa" Ukraina dengan persenjataan, memperingatkan bantuan semacam itu hanya akan memperpanjang permusuhan.

Baca juga: Memanas, AS Kirim Lagi Armada Penyerang Kapal Induk ke Korea Selatan

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass, yang sejak itu bergabung dengan Federasi Rusia, sebagai negara merdeka, dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved