Mantan Bos CIA Ungkap Apa Saja yang akan Dibom AS Jika Rusia Nuklir Ukraina

Senin, 03 Oktober 2022 - 21:30 WIB
loading...
A A A
Pensiunan jenderal itu mengklaim referendum pekan lalu di republik Donbass dan wilayah Kherson serta Zaporozhye, yang mendeklarasikan kemerdekaan dan memilih bergabung dengan Rusia, adalah langkah "putus asa" oleh Putin di tengah kekalahan di medan perang.

"Dia kalah, dan realitas medan perang yang dia hadapi, menurut saya, tidak dapat diubah," ujar Petraeus.

Dia menambahkan, “Tidak ada jumlah mobilisasi kacau, yang merupakan satu-satunya cara untuk menggambarkannya, tidak ada jumlah aneksasi, tidak ada jumlah ancaman nuklir terselubung, yang benar-benar dapat mengeluarkannya dari situasi khusus ini.”

Prediksi Petraeus mengikuti komentar berani serupa bulan lalu oleh pensiunan Jenderal Angkatan Darat AS Ben Hodges, yang mengawasi pasukan AS di Eropa dari 2014 hingga 2018.

Hodges juga mengklaim Washington dapat menanggapi serangan nuklir terhadap Ukraina dengan memusnahkan pangkalan Rusia di Crimea atau menghancurkan Armada Laut Hitam Moskow.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada saat itu bahwa Moskow akan menggunakan senjata apa pun yang dianggap cocok untuk digunakan membela rakyatnya.

Tanpa menyebut nama, Medvedev memperingatkan, “Pensiunan idiot dengan garis-garis jenderal tidak boleh berusaha mengintimidasi Moskow dengan mengklaim NATO dapat menyerang Crimea.”

“(Rudal-rudal) hipersonik pasti akan mencapai target di Eropa dan AS lebih cepat,” tegas Medvedev memperingatkan NATO.

Dia menambahkan, “Barat dan warga NATO perlu memahami bahwa Rusia telah memilih jalannya sendiri dan tidak ada jalan kembali.”

Petraeus mengatakan Putin sedang mencoba mengintimidasi negara-negara Eropa agar tidak lagi mendukung Ukraina.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2655 seconds (11.252#12.26)