Rusia Hentikan Pengiriman Gas ke Italia

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 22:48 WIB
loading...
Rusia Hentikan Pengiriman Gas ke Italia
Logo perusahaan energi Italia Eni terlihat di pompa bensin di Roma, Italia. Foto/REUTERS/Alessandro Bianchi
A A A
ROMA - Gazprom Rusia telah memberi tahu perusahaan energi Italia Eni bahwa mereka tidak akan dapat memasok gas ke negara itu pada Sabtu (1/10/2022) karena "ketidakmungkinan mengangkutnya" melalui Austria.

“Gazprom menginformasikan bahwa mereka tidak dapat mengkonfirmasi volume gas yang diminta untuk hari ini, menyatakan bahwa tidak mungkin memasok gas melalui Austria. Oleh karena itu, pasokan gas Rusia hari ini ke Eni melalui entry point Tarvisio akan menjadi nol,” papar pernyataan Eni, dikutip kantor berita RIA Novosti.

Eni mengatakan akan memberikan informasi lebih lanjut “jika persediaan akan dipulihkan.”

Baca juga: Pipa Gas Nord Stream Meledak, Anggota Parlemen Eropa: Terima Kasih AS

Menurut pernyataan dari Gazprom di saluran Telegram perusahaan, aliran gas melalui Austria telah ditangguhkan karena penolakan operator Austria mengkonfirmasi nominasi transit karena perubahan peraturan yang diperkenalkan di Austria pada akhir September.

"Gazprom sedang mengerjakan solusi untuk masalah ini bersama dengan pembeli Italia," papar perusahaan itu.

Operator jaringan Gas Connect Austria belum membuat pernyataan apa pun mengenai situasi sejauh ini.

Italia menerima gas Rusia melalui satu jalur transit yang tersisa melalui Ukraina. Gas mengalir ke Italia setelah melewati Austria.

Negara-negara Eropa lainnya yang menerima gas Rusia melalui Ukraina termasuk Slovakia, Moldova, Rumania, dan Republik Ceko.

Sebelumnya, situs web operator transit gas Ukraina melaporkan aliran melalui Ukraina diperkirakan berjumlah sekitar 41,6 juta meter kubik pada 1 Oktober.

Sejak Februari, pangsa gas Rusia dalam impor Italia telah turun dari 40% menjadi sekitar 18%, dengan pihak berwenang mengatakan mereka dapat mengatasi kekurangan yang diperkirakan di musim dingin dengan menggunakan sumber bahan bakar alternatif.

Negara ini telah mengadopsi rencana hemat energi untuk mengurangi konsumsi gas. Sebagai bagian dari rencana ini, musim pemanasan akan dikurangi selama 15 hari dan suhu saat memanaskan bangunan akan dikurangi satu derajat Celcius.

(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1569 seconds (10.177#12.26)