Alasan Donbass Ingin Lepas dari Ukraina dan Bergabung Rusia
Minggu, 02 Oktober 2022 - 05:30 WIB
loading...
Petugas menghitung surat suara dalam referendum di Donbass. Foto/tass
A
A
A
DONBASS - Donetsk dan Luhansk adalah wilayah di Donbass, Ukraina Timur. Sejak 2014, kedua wilayah tersebut sudah memisahkan diri dari Ukraina.
Pada 2015, dua wilayah Donbass telah melakukan referendum. Referendum itu dianggap gagal lantaran Ukraina tidak mengatur referendum lokal.
Kemerdekaan Donetsk dan Luhansk juga tak diakui secara internasional. Namun pada Februari 2022, Moskow mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) serta Republik Rakyat Luhansk (LPR).
Baca juga: Pemimpin Chechnya Kadyrov: Rusia Harus Gunakan Senjata Nuklir Hasil Rendah di Ukraina
Donetsk serta Luhansk menginginkan otonomi penuh dari Ukraina. Selain itu, masing-masing pemimpin wilayah itu mendeklarasikan diri sebagai presiden.
Denis Pushilin terpilih menjadi pemimpin Republik Rakyat Donetsk. Sementara Republik Rakyat Luhansk dipimpin Leonid Pasechnik. Menanggapi ini, Ukraina menolak mengakui dua wilayah tersebut sebagai negara merdeka.
Pada 2015, dua wilayah Donbass telah melakukan referendum. Referendum itu dianggap gagal lantaran Ukraina tidak mengatur referendum lokal.
Kemerdekaan Donetsk dan Luhansk juga tak diakui secara internasional. Namun pada Februari 2022, Moskow mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) serta Republik Rakyat Luhansk (LPR).
Baca juga: Pemimpin Chechnya Kadyrov: Rusia Harus Gunakan Senjata Nuklir Hasil Rendah di Ukraina
Donetsk serta Luhansk menginginkan otonomi penuh dari Ukraina. Selain itu, masing-masing pemimpin wilayah itu mendeklarasikan diri sebagai presiden.
Denis Pushilin terpilih menjadi pemimpin Republik Rakyat Donetsk. Sementara Republik Rakyat Luhansk dipimpin Leonid Pasechnik. Menanggapi ini, Ukraina menolak mengakui dua wilayah tersebut sebagai negara merdeka.
Lihat Juga :