Turki Kecam Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Sebut Pelanggaran Berat
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Turki, salah satu anggota NATO, telah berusaha untuk tetap netral selama konflik tujuh bulan antara Rusia dan Ukraina. Ankara selama ini menahan diri dari bergabung dengan sanksi Barat terhadap Moskow.
Ankara bergantung pada minyak dan gas Rusia sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ingin meningkatkan perdagangan dengan Moskow saat dia mencoba menstabilkan ekonomi yang hancur menjelang pemilu Juni mendatang.
Erdogan telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT regional di Uzbekistan bulan lalu.
Tetapi Turki sekarang mempertimbangkan apakah akan menghentikan pemrosesan transaksi yang dilakukan menggunakan sistem pembayaran Mir Rusia setelah menerima peringatan berulang kali dari Amerika Serikat.
Washington telah meningkatkan tekanan pada bank dan bisnis Turki untuk mematuhi sanksi Barat terhadap Rusia, memperingatkan bahwa entitas Turki sendiri berisiko terkena sanksi sekunder.
Ankara bergantung pada minyak dan gas Rusia sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ingin meningkatkan perdagangan dengan Moskow saat dia mencoba menstabilkan ekonomi yang hancur menjelang pemilu Juni mendatang.
Erdogan telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT regional di Uzbekistan bulan lalu.
Tetapi Turki sekarang mempertimbangkan apakah akan menghentikan pemrosesan transaksi yang dilakukan menggunakan sistem pembayaran Mir Rusia setelah menerima peringatan berulang kali dari Amerika Serikat.
Washington telah meningkatkan tekanan pada bank dan bisnis Turki untuk mematuhi sanksi Barat terhadap Rusia, memperingatkan bahwa entitas Turki sendiri berisiko terkena sanksi sekunder.
(min)
Lihat Juga :