Turki Kecam Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Sebut Pelanggaran Berat
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 19:20 WIB
loading...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Turki kecam pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia. Foto/REUTERS
A
A
A
ANKARA - Turki, pada Sabtu (1/10/2022), mengecam langkah Rusia yang mencaplok empat wilayah Ukraina . Ankara menyebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan menyerukan negosiasi untuk mengakhiri konflik.
Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Ankara tidak mengakui pencaplokan Crimea oleh Rusia pada tahun 2014.
Ankara, lanjut kementerian itu, memegang sikap yang sama setelah Moskow pada hari Jumat menyatakan Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia—empat wilayah Ukraina yang diduduki—sebagai bagian dari wilayahnya setelah referendum yang dikecam secara global sebagai referendum palsu.
Baca juga: Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Begini Reaksi Ambigu China
“Turki tidak mengakui pencaplokan Crimea oleh Rusia dalam referendum tidak sah pada tahun 2014 dan telah menekankan dukungan kuatnya terhadap integritas teritorial, kemerdekaan, dan kedaulatan Ukraina di setiap kesempatan,” kata kementerian itu.
Kementerian itu menambahkan bahwa pihaknya menolak pencaplokan wilayah terbaru. "Yang merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang mapan," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip AFP.
“Kami menegaskan kembali dukungan kami terhadap resolusi perang ini, yang tingkat keparahannya terus meningkat, berdasarkan perdamaian yang adil yang akan dicapai melalui negosiasi.”
Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Ankara tidak mengakui pencaplokan Crimea oleh Rusia pada tahun 2014.
Ankara, lanjut kementerian itu, memegang sikap yang sama setelah Moskow pada hari Jumat menyatakan Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia—empat wilayah Ukraina yang diduduki—sebagai bagian dari wilayahnya setelah referendum yang dikecam secara global sebagai referendum palsu.
Baca juga: Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Begini Reaksi Ambigu China
“Turki tidak mengakui pencaplokan Crimea oleh Rusia dalam referendum tidak sah pada tahun 2014 dan telah menekankan dukungan kuatnya terhadap integritas teritorial, kemerdekaan, dan kedaulatan Ukraina di setiap kesempatan,” kata kementerian itu.
Kementerian itu menambahkan bahwa pihaknya menolak pencaplokan wilayah terbaru. "Yang merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang mapan," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip AFP.
“Kami menegaskan kembali dukungan kami terhadap resolusi perang ini, yang tingkat keparahannya terus meningkat, berdasarkan perdamaian yang adil yang akan dicapai melalui negosiasi.”
Lihat Juga :