Vladimir Putin Tuduh AS dan Sekutunya Ledakkan Pipa Nord Stream

Jum'at, 30 September 2022 - 22:32 WIB
loading...
Vladimir Putin Tuduh...
Presiden Rusia Vladimir Putin tuduh Amerika Serikat dan sekutunya yang meledakkan jaringan pipa gas bawah laut Nord Stream. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin , dalam pidatonya hari Jumat (30/9/2022), menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya karena meledakkan jaringan pipa gas bawah laut Nord Stream .

Ledakan jaringan pipa gas Rusia untuk Eropa telah meningkatkan tensi dalam krisis yang membuat Eropa berlomba untuk mengamankan infrastruktur dan pasokan energinya.

Dalam pidato untuk menandai pencaplokan atau aneksasi empat wilayah Ukraina, Putin tidak memberikan bukti atas tuduhannya tersebut.

Baca juga: Intelijen Rusia: Barat Sembunyikan Pelaku Peledakan Pipa Nord Stream

Rusia sebelumnya mengatakan Amerika Serikat akan mendapat untung dari serangan terhadap infrastruktur energi Eropa.

"Sanksi tidak cukup untuk Anglo-Saxon: mereka melakukan sabotase," kata Putin.

"Sulit dipercaya, tetapi itu adalah fakta bahwa mereka mengatur ledakan di jaringan pipa gas internasional Nord Stream," katanya lagi.

"Mereka mulai menghancurkan infrastruktur energi pan-Eropa," lanjut Putin. "Jelas bagi semua orang yang diuntungkan dari ini. Tentu saja, dia yang diuntungkan yang melakukannya."

Tuduhan Putin kemungkinan akan ditentang keras oleh negara-negara Eropa. Amerika Serikat, yang mengatakan terlalu dini untuk mengonfirmasi bahwa itu adalah sabotase, telah menolak anggapan bahwa mereka yang bertanggung jawab.

Negara-negara Uni Eropa, yang dulu sangat bergantung pada Rusia dan sekarang berusaha mencari pasokan gas alternatif, mengatakan mereka yakin kebocoran itu disebabkan oleh sabotase, tetapi tidak menyebutkan siapa pun. Mereka berlomba untuk mengamankan infrastruktur energi lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved