Makan di Restoran Tanpa Jilbab, Perempuan Iran Ditangkap

Jum'at, 30 September 2022 - 21:21 WIB
loading...
Makan di Restoran Tanpa Jilbab, Perempuan Iran Ditangkap
Seorang perempua Iran ditangkap setelah kedapatan tidak mengenakan jilbab saat makan di restoran. Foto/Times of Israel
A A A
TEHERAN - Viral sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Iran ditangkap setelah kedapatan makan di luar tanpa mengenakan jilbab. Insiden ini terjadi di tengah aksi protes atas kematian Mahsa Amini.

Amini meninggal awal bulan ini menyusul penangkapannya oleh polisi moral negara yang menegakkan aturan hijab wajib.

Foto itu menunjukkan Donya Rad duduk yang tampaknya sedang sarapan di sebuah restoran tradisional Teheran, ditemani seorang teman perempuan yang juga tanpa mengenakan jilbab.

Foto itu dibagikan secara luas di media sosial oleh netizen, yang memuji kedua perempuan itu karena aksi pembangkangan sipil mereka dalam menghadapi aturan berpakaian ketat republik Islam itu untuk perempuan.

“Kemarin setelah foto ini dipublikasikan, pihak keamanan menghubungi saudara perempuan saya Donya Rad dan memintanya untuk memberikan beberapa penjelasan,” tulis saudara perempuannya, Dina, di Twitter.

“Hari ini, setelah pergi ke tempat dia diberitahu, dia ditangkap. Setelah beberapa jam diam, Donya memberi tahu saya dalam panggilan singkat bahwa dia dipindahkan ke bangsal 209 penjara Evin,” katanya, merujuk pada sayap penjara terkenal Teheran yang konon dijalankan oleh Kementerian Intelijen.

Baca: Presiden Iran soal Kematian Mahsa Amini: Kami Semua Sedih, tapi....

“Keluarga kami sangat memperhatikan keselamatannya,” tambahnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (30/9/2022).

Media Persia di luar Iran selama beberapa hari terakhir menunjukkan foto-foto pembangkangan sipil yang berkembang, dengan perempuan di Iran berbagi gambar diri mereka berjalan, berbelanja atau di kafe tanpa jilbab.

“Mereka hanya pergi sarapan tanpa jilbab. Mereka ditangkap. Ini adalah betapa brutal/sakitnya kebijakan hijab di Iran,” komentar juru kampanye dan jurnalis terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Omid Memarian di Twitter.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1384 seconds (10.55#12.26)