China Tak Terima Latihan Militer Laut China Selatan Dikritik AS

Sabtu, 04 Juli 2020 - 02:04 WIB
loading...
China Tak Terima Latihan...
Kawasan Mischief Reef, Kepulauan Spratly, Laut China Selatan yang jadi sengketa antara China dan beberapa negara Asia Tenggara. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China menolak kritik Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) terhadap latihan militer di Laut China Selatan . Beijing menyalahkan Washington soal meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Beijing mengumumkan pada pekan lalu bahwa mereka telah merencanakan latihan militer lima hari mulai 1 Juli di dekat Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh Vietnam dan China.

Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa melakukan latihan militer atas wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan adalah kontraproduktif terhadap upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas.

"Latihan militer adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan RRC (Republik Rakyat China) untuk menegaskan klaim kelautan yang melanggar hukum dan merugikan tetangga-tetangga Asia Tenggara di Laut China Selatan," bunyi pernyataan Pentagon. (Baca: Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS )

Vietnam dan Filipina juga mengkritik latihan militer Beijing dengan memperingatkan bahwa hal itu dapat menciptakan ketegangan di kawasan dan berdampak pada hubungan Beijing dengan para tetangganya.

Menteri Urusan Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin memperingatkan bahwa China akan bertemu dengan respons paling keras, diplomatik dan apa pun yang sesuai jika latihan-latihan itu meluas ke wilayah Filipina.

"Yang pasti, China sama berhaknya, seperti kekuatan lain mana pun, untuk memohon kebebasan navigasi dalam latihan militernya. Tetapi kebebasan itu, perlu diingatkan, membutuhkan perjalanan yang lurus dan tanpa gangguan," kata Locsin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, tak terima dengan kritik Pentagon. Menurutnya, latihan militer Beijing dalam lingkup kedaulatan China.

Sebaliknya, lanjut Zhao yang dilansir AP, Sabtu (4/7/2020), negara-negara non-regional tertentu yang melakukan latihan militer di Laut China Selatan memengaruhi stabilitas kawasan.

Zhao tidak menyebutkan nama negara mana pun, tetapi Amerika Serikat telah melakukan banyak operasi kebebasan navigasi dengan mengirimkan kapal perangnya melalui daerah tersebut untuk menegaskan kebebasan akses ke saluran air internasional.

Amerika Serikat menuduh Beijing melakukan militerisasi Laut China Selatan dan berusaha mengintimidasi tetangga-tetangga Asia yang mungkin ingin mengeksploitasi cadangan minyak dan gasnya yang luas.

China mengklaim 90 persen dari wilayah Laut China Selatan yang kaya energi. Namun, Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim di beberapa bagian yang saling tumpang tindih yang menghasilkan sekitar USD3 triliun dari lalu lintas kapal perdagangan setiap tahunnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved