Rusia Ungkap NATO Tes Peralatan Bawah Air di Dekat Pipa Gas Nord Stream

Jum'at, 30 September 2022 - 06:19 WIB
loading...
Rusia Ungkap NATO Tes...
Armada kapal induk dan kapal perang saat Latihan Operasi Baltik (BALTOPS) 22 di Laut Baltik pada Juni 2022. Foto/militaryleak.com
A A A
MOSKOW - NATO melakukan latihan menggunakan peralatan laut dalam di daerah di mana kebocoran gas di jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 terdeteksi pekan ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova mengatakan hal itu pada Kamis (29/9/2022).

Dia menambahkan bahwa seluruh Laut Baltik “dikemas penuh” dengan infrastruktur militer blok tersebut.

Baca juga: Pipa Nord Stream Diduga Terkena Bom Remote Control

Berbicara pada konferensi pers reguler pada Kamis, Zakharova menepis tuduhan bahwa Rusia berada di balik insiden itu.

“Bolehkah aku bertanya padamu? Kapan tepatnya Rusia memutuskan ingin berhenti memasok energi ke Eropa?” dia bertanya.

Zakharova mengatakan NATO terlibat dalam kegiatan militer di dekat lokasi di mana kebocoran ditemukan.

Dia mencatat bahwa kebocoran gas itu mungkin telah menghadirkan "peluang" yang menarik bagi blok tersebut.

“Jadi, mungkin pangkalan NATO tidak pernah melakukan latihan di sana, sementara tentara Amerika tidak pernah ditempatkan di wilayah negara-negara terdekat?” tanya dia menyindir.

Dia menambahkan, “Musim panas ini di daerah Bornholm, Denmark, NATO melakukan latihan yang menggunakan peralatan laut dalam."

Zakharova tampaknya mengacu pada Latihan Operasi Baltik (BALTOPS) 22 di Laut Baltik, yang berlangsung pada Juni 2022 dan dimaksudkan untuk menunjukkan "kemampuan berburu ranjau" blok militer, menurut pernyataan Angkatan Laut AS pada saat itu.

Secara khusus, latihan itu untuk bereksperimen dengan Unmanned Underwater Vehicles (UUV) dengan menempatkannya di lepas pantai pulau Bornholm.

Zakharova mendesak Washington memberi "penjelasan" dan "mengakui" kebenaran, dengan mengatakan AS telah menyerahkan pekerjaan itu kepada mantan menteri luar negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, yang sebelumnya "berterima kasih" kepada AS karena telah menghancurkan pipa itu.

NATO mengatakan pada Kamis bahwa jaringan pipa rusak dalam apa yang tampak sebagai "tindakan sabotase yang disengaja, sembrono, dan tidak bertanggung jawab."

NATO berjanji menghadapi setiap serangan terhadap infrastruktur kritisnya "dengan tanggapan yang bersatu dan teguh."

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menggambarkan kebocoran Nord Stream sebagai kemungkinan "tindakan teroris" yang tidak mungkin terjadi "tanpa keterlibatan beberapa kekuatan negara."

Pada Senin, Denmark melaporkan kebocoran dari pipa setelah operator melaporkan hilangnya tekanan pada Nord Stream 1 dan 2.

Otoritas Denmark dan Swedia kemudian mengatakan telah terjadi serangkaian ledakan bawah laut di dekat Bornholm. Secara total, ada empat kebocoran gas yang terdeteksi di sistem Nord Stream.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved