Hasil Referendum Kherson Ukraina Ungkap 87% Pemilih Ingin Gabung Rusia

Rabu, 28 September 2022 - 13:10 WIB
loading...
Hasil Referendum Kherson Ukraina Ungkap 87% Pemilih Ingin Gabung Rusia
Pemilih mendaftar di tempat pemungutan suara di Kherson untuk memberikan suara dalam referendum tentang aksesi wilayah Kherson ke Rusia. Foto/Sputnik/Ivan Rodionov
A A A
KHERSON - Wilayah Kherson Ukraina, yang sebagian besar dikendalikan pasukan Rusia, telah memilih melepaskan diri dari Kiev. Hasil referendum itu diumumkan pada Selasa (27/9/2022).

Sekitar 87% pemilih telah mendukung gagasan melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia, menurut data resmi.

Jajak pendapat dilakukan di wilayah tersebut dari 23 hingga 27 September.

Pasukan Rusia menguasai Wilayah Kherson di awal konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev yang pecah pada akhir Februari.

Baca juga: Hasil Referendum Donbass Diumumkan, Mayoritas Warga Pilih Gabung Rusia

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina melancarkan serangan untuk mencoba merebutnya kembali, tetapi upaya militernya sebagian besar gagal.

Kiev dan pendukung Baratnya telah berulang kali mengutuk referendum, mencelanya sebagai suara "palsu".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa penyelesaian referendum akan membuat negosiasi diplomatik lebih lanjut dengan Moskow “mustahil.”

Baca juga: Hasil Referendum, Zaporozhye Ukraina Putuskan Bersatu dengan Rusia

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014. Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1838 seconds (11.97#12.26)