Mengapa Palestina Bersedia Menerima Pengungsi Yahudi yang Diusir Adolf Hitler? Ini Jawabannya

Rabu, 21 September 2022 - 19:34 WIB
loading...
Mengapa Palestina Bersedia...
Imigran Yahudi ilegal dari Eropa terlihat di kapal Exodus di pelabuhan Haifa dalam file foto 22 Maret 1947 yang dirilis Kantor Pers Pemerintah Israel (GPO) dan diperoleh Reuters pada 18 Juni 2018. Foto/GPO/Frank Shershel/REUTERS
A A A
TEPI BARAT - Holocaust merupakan peristiwa besar sekaligus kejam yang terjadi di tahun 1933 sampai 1945. Peristiwa ini didalangi rezim Nazi Jerman Adolf Hitler.

Melansir laman History, Hitler melihat orang Yahudi merupakan ras lebih rendah dan menjadi ancaman untuk kemurnian ras Jerman.

Maka dari itu, selama bertahun-tahun orang Yahudi mendapat penyiksaan dan dibantai dalam peristiwa Holocaust.

Baca juga: Memanas, China Respons Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Cadangan Rusia

Di tahun 1930-an, setidaknya ada lebih 60 ribu orang Yahudi yang bermigrasi ke Palestina. Sejumlah orang Yahudi pergi ke Palestina secara diam-diam atau dikenal dengan aliyah.

Sebab, jika ketahuan, mereka akan dilenyapkan. Merujuk pada perjanjian Haavara atau perjanjian transfer, orang-orang Yahudi bisa melarikan diri dari penganiayaan Hitler dan rezimnya.

Orang-orang Yahudi juga bisa menyelamatkan sebagian harta bendanya dengan cara melepaskannya sebelum hijrah.

Baca juga: Serbia Peringatkan Perang Global Segera Terjadi, Negara-negara Kecil Waspadalah!

Nantinya, harta itu bisa dialihkan ke Palestina dan diperoleh kembali sebagai barang ekspor Jerman.

Sementara itu, orang Yahudi yang pindah ke Palestina menemui beberapa kendala, salah satunya adalah UU (undang-undang) Jerman yang melarang ekspor mata uang asing.

Zionis menyusun skema pelarian sekitar 18 ribu orang Yahudi asal Eropa Tengah dan Eropa Timur ke Palestina, sepanjang tahun 1937 hingga 1944.

Deklarasi Balfour bisa dijadikan acuan mengapa Palestina menerima pengungsi Yahudi di tanahnya. Deklarasi ini dikeluarkan pemerintah Inggris, tepatnya oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour pada 1917.

Isinya, pemerintah Inggris secara resmi menyatakan dukungannya terkait gagasan menciptakan wilayah Yahudi di Palestina.

“Pemerintahan Yang Mulia mendukung pembentukan di Palestina sebuah rumah nasional bagi orang-orang Yahudi, dan akan menggunakan upaya terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini,” kata Balfour dalam suratnya yang dikirimkan kepada Walter Rothschild, yang merupakan anak pimpinan komunitas Yahudi di Inggris.

Sejak itulah, gelombang imigran Yahudi terus berdatangan hingga mereka membentuk negara Israel di tanah Palestina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved