Erdogan: PBB Harus Lebih Efektif dan Berpengaruh

Rabu, 21 September 2022 - 10:55 WIB
loading...
Erdogan: PBB Harus Lebih...
Erdogan: PBB Harus Lebih Efektif dan Berpengaruh. FOTO/Reuters
A A A
NEW YORK - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi salah satu pemimpin negara yang menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB , Selasa (20/9/2022). Ia menyoroti manuver Turki dalam konflik yang membentang dari Suriah hingga Ukraina.

Erdogan menyatakan, Turki “berusaha menjadi bagian dari solusi” dalam konflik di seluruh dunia. Menyinggung beberapa isu hangat, dia berbicara tentang perlunya stabilitas di Irak, pemilihan umum yang adil di Libya, ketahanan pangan di Tanduk Afrika, perlunya negara Palestina, hak-hak Muslim Rohingya di Myanmar dan Muslim Uyghur di China, dan berdiri untuk sentimen anti-Muslim secara global.

Baca: Erdogan: Rusia dan Ukraina Setuju Tukar 200 Tahanan Perang

Pernyataannya juga menyoroti peran Turki dalam banyak konflik ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini termasuk serangan langsung di Suriah timur terhadap pejuang Kurdi yang didukung Amerika Serikat.

Ia juga membahas diplomasi tingkat tinggi di Ukraina, kehadiran pasukan di Libya yang mendukung pemerintah yang berbasis di Tripoli, ketegangan yang telah lama membara dengan Siprus dan Yunani, dan dukungan setia untuk Azerbaijan dalam konfliknya dengan Armenia.

“Semua bencana yang mempengaruhi jutaan orang ini menunjukkan bahwa PBB harus jauh lebih efektif, jauh lebih berpengaruh,” kata Erdogan, seperti dikutip dari AP.

Erdogan telah muncul sebagai pemain kunci dalam konflik Ukraina. Turki adalah anggota NATO dan telah memasok Ukraina dengan drone mematikan yang menargetkan pasukan Rusia. Namun, Erdogan juga telah bertemu beberapa kali dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Turki adalah perantara bersama PBB dalam mengamankan jalur aman ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
China Geram Dituduh...
China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump
Rekomendasi
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Berita Terkini
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved