Ratu Kecantikan Ukraina: Saya Memiliki Peluru untuk Vladimir Putin!

Senin, 19 September 2022 - 10:52 WIB
loading...
Ratu Kecantikan Ukraina:...
Evgenia Prokopenko, Ratu Kecantikan Ukraina, mengaku memiliki peluru untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/Facebook via The Mirror
A A A
KIEV - Seorang ratu kecantikan Ukraina menyimpan dendam terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin setelah melihat temannya tewas dalam pertempuran untuk membela Kiev.

Evgenia Prokopenko, Ratu Ukraina dalam Kontes Bumi 2012 telah membuang sepatu hak tingginya demi membantu para pejuang yang terluka dan sekarang menyelamatkan nyawa di garis depan Ukraina.

Dia masih membawa tas riasnya ke parit-parit di medan perang.

Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Resah dengan Langkah Rusia Selanjutnya

Tapi fokus utama petugas medis berusia 35 tahun itu adalah menyelamatkan nyawa dan dia mengatakan dirinya memiliki peluru untuk Vladimir Putin.

"Saya berbicara bahasa Rusia dengan lancar, tetapi saya tidak tahu bahasa Putin," kata Evgenia seperti dikutip Daily Star, Senin (19/9/2022).

"Saya tidak tahu dalam bahasa apa masih mungkin untuk berbicara dengannya, karena dia menolak untuk memahami semua bahasa dari semua negara maju di dunia," ujarnya.

Dia mengaku tidak ragu untuk menggunakan senjata dan telah diberi kesempatan akan menggunakannya.

"Saya tidak punya kata-kata untuknya, karena dengan Putin kita perlu bertindak, bukan bicara. Saya hanya punya peluru untuknya," ujarnya.

Evgenia meninggalkan keluarga dan orang-orang terkasih enam bulan lalu dan menuju garis depan dengan Angkatan Bersenjata Ukraina—yang merupakan perubahan total dari kehidupan sebelumnya.

Dia telah melihat teman-teman tewas dalam perang, tetapi masih berhasil mempertahankan beberapa kemiripan hidupnya sebagai ratu kecantikan.

Finalis Miss Earth 2012, yang berasal dari Kiev, tersebut mengatakan: "Tidak peduli di parit mana saya berada, selalu ada tas rias dengan cermin dan parfum di ransel militer saya!"

Evgenia mengakui hidupnya telah berubah drastis sejak Putin memerintahkan "operasi militer khusus" pada akhir Februari. Dan sekarang dia bergerak dari front pertempuran satu ke front pertempuran lainnya.

"Ini adalah dua kehidupan yang sangat berbeda dan berlawanan. Dalam kehidupan sipil, saya terlibat dalam hal yang sama sekali berbeda," katanya.

"Saya punya bisnis sendiri, di sana 'seragam' saya adalah gaun bisnis dengan heels, pada perang, pakaian militer yang kasar dan baret," paparnya.

"Di sini, di depan, saya paramedis. Saya mengungsikan dari zona merah (zona pertempuran) korban terluka. Kami memberikan pertolongan pertama."

Evgenia, yang juga menyelamatkan satwa dari zona bahaya, menambahkan: "Saya tidak akan pernah percaya, jika seseorang mengatakan kepada saya enam bulan lalu bahwa saya akan berada di Angkatan Bersenjata Ukraina, tidur di parit atau ruang bawah tanah, menyelamatkan yang terluka di bawah tembakan."

"Hidup saya berubah drastis enam bulan lalu," imbuh dia.

Si cantik, yang pernah tinggal di Kharkiv dan Kiev, mengatakan dia mampu beradaptasi dengan kedua sisi hidupnya, baik di masa perang maupun damai.

"Dalam kedua kehidupan, saya merasa cukup organik, karena Anda dapat beradaptasi dan terbiasa dengan segalanya. Anda dapat tidur dengan sangat nyenyak di ranjang dan di kantong tidur di parit kekeringan!" paparnya

"Ketika yang terburuk datang—cedera atau kematian teman-teman Anda—Anda hanya mengepalkan tangan, menggertakkan gigi dan melakukan apa yang diperlukan," imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved