Mobilnya Diserang Bom, Vladimir Putin Hendak Dibunuh

Kamis, 15 September 2022 - 09:42 WIB
loading...
Mobilnya Diserang Bom,...
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan lolos dari upaya pembunuhan setelah mobilnya diserang bom saat dalam konvoi perjalanan pulang. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Mobil limosin Presiden Rusia Vladimir Putin diserang bom di roda depan kiri dalam upaya untuk membunuhnya. Serangan ini diungkap orang dalam Kremlin.

Menurut sumber Kremlin tersebut, Putin masih beruntung karena selamat tanpa cedera.

Upaya pembunuhannya terjadi ketika perang Rusia di Ukraina sedang berkecamuk.

Sumber Kremlin, yang dikutip saluran Telegram General SVR, mengatakan setelah serangan tersebut ada beberapa penangkapan oleh dinas keamanan Rusia.

Saluran itu juga melaporkan beberapa pengawal Putin telah menghilang di tengah klaim bahwa informasi rahasia tentang pergerakan presiden berusia 69 tahun itu telah dibocorkan.

Baca juga: Apa yang Terjadi di Rusia Jika Presiden Putin Tiba-tiba Meninggal?

Menurut informasi yang dipublikasikan saluran tersebut, Putin sedang dalam perjalanan kembali ke kediaman resminya dengan iring-iringan sebagai umpan di tengah kekhawatiran tentang keamanannya.

Konvoi cadangan terdiri dari lima mobil lapis baja, dengan Putin yang ketiga.

Saluran tersebut tidak merinci tanggal dan jam dari upaya pembunuhan itu. Pemerintah Rusia juga belum berkomentar.

"Dalam perjalanan ke kediaman, beberapa kilometer jauhnya, mobil pengawal pertama diblokir oleh ambulans, [dan] mobil pengawal kedua melaju tanpa berhenti [karena] rintangan tiba-tiba, dan selama jalan memutar dari rintangan itu," tulis saluran Telegram General SVR.

"Pada mobil Putin, ledakan keras terdengar dari roda depan kiri diikuti oleh asap tebal," lanjut saluran tersebut.

Laporan itu muncul ketika para pejabat Rusia menyerukan agar Putin mengundurkan diri setelah Rusia mengalami kemunduran signifikan di tengah serangan balik pasukan Ukraina.

Pasukan Ukraina telah merebut kembali wilayah yang luas di Kharkiv, memaksa pasukan dari Moskow untuk mundur dengan tergesa-gesa.

Pasukan Rusia dilaporkan telah menarik diri dari kota utama Melitopol di wilayah Zaporizhzhia, selatan Ukraina, dan menuju Crimea.

saluran Telegram itu mengatakan rincian serangan terhadap Putin seharusnya dirahasiakan.

“Kepala pengawal presiden dan beberapa orang lainnya telah diskors dan ditahan,” klaim saluran itu, tanpa menyebut nama siapa pun.

“Sekelompok kecil orang tahu tentang pergerakan presiden di iring-iringan ini, dan mereka semua dari dinas keamanan presiden."

“Setelah kejadian itu, tiga di antaranya menghilang. Ini adalah persis orang-orang yang berada di mobil pertama iring-iringan mobil," lanjut saluran tersebut, yang dilansir The Sun, Kamis (15/9/2022).

“Nasib mereka saat ini tidak diketahui. Mobil yang mereka tumpangi ditemukan kosong beberapa kilometer dari tempat kejadian.”

Itu terjadi hanya beberapa bulan setelah Ukraina mengeklaim presiden Rusia selamat dari upaya pembunuhan setelah dia diserang selama perjalanan.

Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina Kyrylo Budanov saat itu mengatakan ada upaya pembunuhan yang gagal terhadap Putin pada awal perang melawan Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved