Susul AS, Jepang Setop Uji Coba Senjata Anti-Satelit

Selasa, 13 September 2022 - 21:42 WIB
loading...
Susul AS, Jepang Setop...
Susul AS, Jepang setop uji coba senjata anti satelit. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
TOKYO - Pemerintah Jepang memutuskan untuk menghentikan pengujian senjata anti satelit. Ini dilakukan untuk mendorong diskusi tentang perilaku bertanggung jawab di luar angkasa.

“Keputusan ini merupakan hasil pertimbangan Pemerintah Jepang setelah pengumuman Pemerintah AS untuk tidak melakukan uji coba rudal anti-satelit (ASAT) destruktif langsung pada bulan April,” kata Kementerian Luar Negeri Jepang dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (13/9/2022).

Kementerian Luar Negeri Jepang menekankan bahwa Tokyo bertujuan untuk secara aktif mempromosikan diskusi di komunitas internasional mengenai pengembangan norma perilaku yang bertanggung jawab di luar angkasa.

"Pada saat yang sama, Jepang akan terus memainkan peran aktif untuk mencapai luar angkasa yang aman, stabil dan berkelanjutan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.

Baca: Kalina, Senjata Laser Baru Rusia untuk Lumpuhkan Satelit Asing

Langkah Jepang ini menyusul Amerika Serikat (AS) di mana pada awal April lalu Wakil Presiden Kamala Harris mengumumkan keputusan untuk melarang uji coba senjata anti-satelit selama kunjungannya ke Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di negara bagian California.

Administrator NASA Bill Nelson meminta negara-negara lain untuk memberlakukan moratorium serupa pada pengujian senjata anti-satelit. Saat itu, mantan kepala Roscosmos Dmitry Rogozin mencatat inkonsistensi pemerintah AS dan meminta tanggapan yang memadai atas usulan Rusia dan China mengenai perjanjian tentang pencegahan penempatan senjata di luar angkasa.

Sebelumnya China menuduh Amerika Serikat (AS) berusaha melakukan militerisasi luar angkasa. Tudingan itu muncul setelah Pentagon mengeluarkan dokumen kebijakan baru yang menganggap luar angkasa sebagai “domain prioritas kekuatan militer nasional.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menuduh Washington menghalangi inisiatif pengendalian senjata luar angkasa yang dipimpin China dan Rusia, dan lebih memperparah tren mengubah luar angkasa menjadi senjata serta medan perang.

Baca: Rusia Klaim Senjata Lasernya Bisa Butakan Satelit Pengintai

Tudingan itu dilontarkan menanggapi arahan Pentagon yang dikeluarkan pada akhir Agustus yang membahas kemungkinan operasi militer di luar angkasa.

Selain mengakui luar angkasa sebagai domain prioritas kekuatan militer nasional, arahan AS yang baru mengatakan Pentagon harus melindungi dan mempertahankan penggunaan luar angkasa untuk tujuan keamanan nasional AS, serta memberikan kemampuan luar angkasa canggih untuk mencegah konflik dan, jika pencegahan gagal, untuk melawan dan mengalahkan agresi.

“Pendekatan yang digariskan dalam dokumen tersebut menimbulkan tantangan besar bagi perdamaian dan keamanan luar angkasa, dan sepenuhnya mengekspos ambisi AS untuk meningkatkan pembangunan militer dan kesiapan perang...di luar angkasa," kata Mao.

“AS harus menghormati kekhawatiran bersama masyarakat internasional, segera menghentikan langkah negatif yang dapat merusak keamanan luar angkasa, meningkatkan tanggung jawabnya dan berhenti menghalangi negosiasi untuk instrumen hukum tentang pengendalian senjata di luar angkasa,” ujarnya.

Baca: China Tuding AS Sedang Lakukan Militerisasi Luar Angkasa
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved