Merangsek Maju, Pasukan Ukraina Diklaim Rebut 6.000 Km Wilayah dari Rusia

Selasa, 13 September 2022 - 15:05 WIB
loading...
A A A
Rusia mengatakan pasukannya telah melakukan serangan di daerah-daerah yang direbut kembali oleh Ukraina dalam beberapa hari terakhir.

Rusia telah dituduh menargetkan infrastruktur sipil sebagai pembalasan atas kemunduran di medan perang.

Gelombang serangan rudal pada hari Minggu menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di timur laut Ukraina, menyebabkan puluhan ribu orang tanpa listrik dan air mengalir selama beberapa jam.

Baca: Ukraina Mengalami Pemadaman Listrik Besar-besaran setelah Serangan Rusia

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan pasukan Ukraina telah membuat "kemajuan signifikan" dalam serangan balik mereka, tetapi menambahkan bahwa terlalu dini untuk memprediksi hasilnya.

“Rusia mempertahankan pasukan yang sangat signifikan di Ukraina serta peralatan dan senjata dan amunisi. Mereka terus menggunakannya tanpa pandang bulu terhadap tidak hanya angkatan bersenjata Ukraina tetapi juga warga sipil dan infrastruktur sipil seperti yang telah kita lihat,” kata Blinken.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari. Rusia masih memiliki sekitar seperlima dari negara itu.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved