Puluhan Ribu Pengungsi Suriah Susun Rencana Masuki Wilayah UE

Minggu, 11 September 2022 - 23:00 WIB
loading...
Puluhan Ribu Pengungsi...
Puluhan Ribu Pengungsi Suriah Susun Rencana Masuki Wilayah UE. FOTO/Reuters
A A A
ANKARA - Sekelompok pengungsi Suriah di Turki berencana membentuk karavan untuk mencapai wilayah Uni Eropa . Rencana sedang disusun secara online melalui saluran Telegram, dibuat enam hari lalu dan diikuti oleh hampir 70.000 orang.

Seperti dilaporkan AFP, penyelenggara menyerukan kepada orang-orang untuk membawa kantong tidur, tenda, jaket pelampung, air, makanan kaleng dan kotak P3K.

Baca: Lebanon Marah Wilayah Udaranya Diacak-acak Israel untuk Serang Suriah

“Kami akan mengumumkannya ketika saatnya untuk pergi,” salah satu penyelenggara, seorang pengungsi berusia 46 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP.

Menurutnya, beberapa penyelenggara sudah tinggal di UE saat ini. Penyelenggara mengatakan, karavan akan dibagi menjadi beberapa kelompok hingga 50 orang, masing-masing dipimpin oleh seorang pengawas.

“Kami telah berada di Turki selama 10 tahun,” tulis satu pesan yang diposting di saluran oleh seorang administrator. "Kami dilindungi, tetapi negara-negara Barat harus berbagi beban," lanjutnya.

Baca: Serangan Israel di Suriah Hancurkan 1.000 Lebih Rudal Buatan Iran

Saat ini diperkirakan ada 3,7 juta pengungsi Suriah yang secara resmi tinggal di Turki. Perang saudara Suriah, yang dimulai dengan penumpasan brutal terhadap protes anti-pemerintah pada tahun 2011, telah menewaskan hampir setengah juta orang dan memaksa sekitar setengah dari populasi pra-perang negara itu meninggalkan rumah mereka.

Banyak pengungsi Suriah di Turki takut dikirim kembali, terutama setelah perubahan sikap Turki baru-baru ini terhadap Damaskus. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia sedang bersiap untuk mengirim kembali satu juta pengungsi Suriah secara sukarela.

Pada Februari dan Maret 2020, puluhan ribu migran mendekati perbatasan darat antara Turki dan Yunani, setelah Erdogan mengancam akan membuka perbatasan dengan Eropa.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved