Jarang Diketahui, Kerja Pertama PM Baru Inggris Persiapkan Respons Serangan Nuklir

Selasa, 06 September 2022 - 11:23 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri dapat memerintahkan komandan misil untuk membalas dengan senjata nuklir; tidak membalas (hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa); memberitahu mereka untuk menggunakan penilaian mereka sendiri pada tindakan yang terbaik; atau menyerahkan kendali Inggris kepada Amerika Serikat (jika masih ada) atau Australia atau negara bagian lain yang ditunjuk.

Satu-satunya kesempatan lain ketika Letter of Last Resort dapat dibuka adalah jika BBC Radio Four berhenti mengudara selama tiga hari berturut-turut, setelah itu dapat diasumsikan dunia sedang melihat kiamat.

Surat-surat itu menjadi lebih penting pada tahun 2022. Untuk pertama kalinya dalam satu generasi, Inggris harus merenungkan risiko—betapapun kecilnya—penggunaan senjata nuklir dalam perang karena kekhawatiran meningkat setelah invasi Rusia ke Ukraina dan komentar dari Presiden Vladimir Putin tentang menempatkan senjata nuklirnya pada keadaan siaga yang lebih tinggi.

Huruf tulisan tangan yang identik terletak pada masing-masing dari empat kapal selam di dalam sistem brankas.

Sistem ini hanya dapat diakses jika Perdana Menteri baru menjabat, atau serangan nuklir yang menghancurkan Pemerintah Inggris.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Gantikan Liz Truss,...
Gantikan Liz Truss, Rishi Sunak Menjadi PM Inggris yang Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved