Erdogan pada Putin: Turki Siap Jadi Fasilitator Pembangkit Nuklir Ukraina

Minggu, 04 September 2022 - 05:53 WIB
loading...
Erdogan pada Putin:...
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu Presiden Turki Tayyip Erdogan di Sochi, Rusia, 3 Mei 2017. Foto/REUTERS/Alexander Zemlianichenko
A A A
ANKARA - Turki dapat menengahi kebuntuan terkait pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang diduduki pasukan Rusia.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (3/9/2022).

“Presiden Erdogan menyatakan Turki dapat memainkan peran fasilitator dalam pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhia, seperti yang mereka lakukan dalam kesepakatan biji-bijian,” papar kepresidenan Turki, mengacu pada perjanjian ekspor biji-bijian yang ditandatangani pada Juli oleh Kiev dan Moskow dengan PBB dan Turki sebagai penjamin.

Baca juga: Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini

Bulan lalu, Erdogan memperingatkan bahaya bencana nuklir ketika dia mengunjungi Lviv untuk berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Kami khawatir. Kami tidak menginginkan Chernobyl lagi,” ujar pemimpin Turki itu.

Ada kekhawatiran yang meningkat atas pembangkit nuklir terbesar di Eropa, Zaporizhzhia, yang berada di bawah kendali Rusia.

Ukraina pada Jumat mengatakan telah membom satu pangkalan Rusia di kota terdekat Energodar, menghancurkan tiga sistem artileri serta gudang amunisi.

Baca juga: Bocah Ukraina Melukai Saudaranya dengan Granat Berpeluncur Roket

Satu tim beranggotakan 14 orang dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengunjungi Zaporizhzhia, dengan kepala pengawas nuklir PBB, Rafael Grossi, mengatakan situs tersebut telah rusak dalam pertempuran.

Turki yang memiliki hubungan persahabatan dengan Moskow dan Kiev, telah memasok Ukraina dengan drone dan menolak bergabung dengan sanksi Barat terhadap Rusia.

Sebelum bertemu Zelensky, Erdogan bertemu Putin di Sochi di mana kedua negara berjanji meningkatkan kerja sama ekonomi mereka.

“Selama panggilan telepon mereka pada Sabtu, Erdogan dan Putin setuju berbicara lebih lanjut di Samarkand di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai pada 15-16 September,” ungkap pernyataan kantor Kepresidenan Turki.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved