AS Jual Paket Senjata Rp16,3 Triliun ke Taiwan, China Marah
Sabtu, 03 September 2022 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
"China akan dengan tegas mengambil tindakan balasan yang sah dan diperlukan sehubungan dengan perkembangan situasi," katanya, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Taiwan: China Simulasikan Serangan ke Kapal Angkatan Laut AS
Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan paket itu telah dipertimbangkan selama beberapa waktu dan dikembangkan melalui konsultasi dengan anggota parlemen Taiwan dan AS.
"Ketika China terus meningkatkan tekanan terhadap Taiwan - termasuk melalui peningkatan kehadiran militer dan maritim di sekitar Taiwan - dan terlibat dalam upaya untuk mengubah status quo di Selat Taiwan, kami memberi Taiwan apa yang dibutuhkannya untuk mempertahankan dirinya sendiri. kemampuan pertahanan," Laura Rosenberger, direktur senior Gedung Putih untuk China dan Taiwan, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Reuters melaporkan bulan lalu bahwa pemerintahan Biden merencanakan peralatan baru untuk Taiwan, tetapi peralatan itu akan menopang sistem militer Taiwan saat ini dan memenuhi pesanan yang ada, tidak menawarkan kemampuan baru, meskipun ketegangan meningkat setelah kunjungan Pelosi.
Baca: Taiwan: China Simulasikan Serangan ke Kapal Angkatan Laut AS
Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan paket itu telah dipertimbangkan selama beberapa waktu dan dikembangkan melalui konsultasi dengan anggota parlemen Taiwan dan AS.
"Ketika China terus meningkatkan tekanan terhadap Taiwan - termasuk melalui peningkatan kehadiran militer dan maritim di sekitar Taiwan - dan terlibat dalam upaya untuk mengubah status quo di Selat Taiwan, kami memberi Taiwan apa yang dibutuhkannya untuk mempertahankan dirinya sendiri. kemampuan pertahanan," Laura Rosenberger, direktur senior Gedung Putih untuk China dan Taiwan, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Reuters melaporkan bulan lalu bahwa pemerintahan Biden merencanakan peralatan baru untuk Taiwan, tetapi peralatan itu akan menopang sistem militer Taiwan saat ini dan memenuhi pesanan yang ada, tidak menawarkan kemampuan baru, meskipun ketegangan meningkat setelah kunjungan Pelosi.
Lihat Juga :