Ukraina Klaim Serangannya Tewaskan 102 Tentara Rusia

Jum'at, 02 September 2022 - 16:48 WIB
loading...
Ukraina Klaim Serangannya...
Ukraina klaim serangannya tewaskan ratusan tentara Rusia dan sejumlah tank. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Militer Ukraina mengatakan serangannya telah menewaskan 102 tentara Rusia dan menghancurkan enam tank serta persenjataan lainnya. Klaim itu muncul saat pasukan Ukraina melakukan serangan balasan di wilayah selatan negara itu.

Komando Operasi Selatan (OCS) Ukraina melaporkan keberhasilan dalam sebuah postingan Facebook pada hari Kamis. Mereka mengatakan telah melakukan serangan yang berhasil pada beberapa target Rusia.

Postingan itu muncul ketika Ukraina telah melakukan upaya signifikan pertamanya untuk merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia di dekat kota selatan Kherson.

"Penghancuran pasokan dan cadangan musuh, dampak dari titik kontrol dan pengendalian kebakaran rute transportasi terus berlanjut," bunyi pernyataan komando itu, sebuah formasi pasukan darat Ukraina di bagian selatan Ukraina, seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (2/9/2022).

Pusat komando itu mengatakan jet-jet tempur telah melakukan serangan terhadap target Rusia termasuk titik komando dan dukungan, serta infrastruktur bahan bakar, logistik dan transportasi.

Baca juga: Ukraina Sebut 200 Tentara Rusia Tewas dalam Serangan Balik di Kherson

Selain tentara Rusia yang tewas, pertempuran hari itu berakhir dengan enam tank yang hancur, serta peluncur rudal MLRS "Grad", howitzer Msta-B, dan mortir seluler 120 mm, menurut pusat komando tersebut, yang menambahkan bahwa tidak melihat kerugian dari serangan roket Rusia.

"Mencoba menjaga pertahanan di darat, musuh terus menembakkan artileri dan mortir, serta serangan udara dan rudal ke posisi kami, di pemukiman sipil, pada penduduk setempat," kata postingan tersebut.

Selain itu, menurut komando tersebut, pasukan Ukraina menghancurkan lima gudang amunisi di dekat Kherson dan daerah lainnya.

Dilengkapi dengan senjata dari sekutu Barat, terutama Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), militer Ukraina telah meningkatkan kampanyenya untuk merebut kembali Kherson, kota besar pertama yang jatuh sejak invasi Rusia.

Baca juga: Jenderal Top Jerman: Jangan Remehkan, Rusia Mampu Perluas Perang di Eropa

Militer Ukraina bungkam tentang informasi tentang serangan itu, tetapi para pejabat dengan cepat memuji keberhasilannya.

Militer Ukraina mengatakan Kamis pagi bahwa mereka menghancurkan jembatan ponton yang dibangun oleh pasukan Rusia di desa Darivka yang diduduki di wilayah Kherson. Jembatan dan lainnya di dekatnya telah ditargetkan oleh pasukan Ukraina untuk memotong rute pasokan Rusia.

Di sisi Rusia, juru bicara Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal Igor Konashenkovl mengatakan pasukan Moskow menghancurkan satu peleton howitzer M777 buatan Amerika Serikat (AS) di dekat Andreyevka di wilayah Kherson, seperti dilaporkan kantor berita milik pemerintah Rusia, TASS.

Kantor berita itu juga melaporkan bahwa angkatan udara Rusia menembak jatuh delapan pesawat tak berawak Ukraina, mencegat rudal balistik Tochka-U dan lebih dari 40 HIMARS di samping roket lain di berbagai wilayah, termasuk Kherson.

“Dalam 24 jam terakhir saja, musuh kehilangan 31 tank, 22 kendaraan tempur infanteri, 18 kendaraan lapis baja tempur lainnya, delapan truk pickup dengan senapan mesin kaliber besar, 17 kendaraan bermotor khusus dan lebih dari 350 personel selama operasi tempur di daerah itu," kata Konashenkovl.

Baca juga: Zelensky: Ukraina Serang Posisi Rusia di Seluruh Front

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved