Jerman Dilaporkan Buru Mata-mata Rusia di Pemerintahan
Kamis, 01 September 2022 - 16:42 WIB
loading...
Jerman dilaporkan tengah memburu mata-mata Rusia di pemerintahan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
BERLIN - Kontra intelijen Jerman telah menyelidiki dua pejabat senior di Kementerian Urusan Ekonomi karena Menteri Robert Habeck mencurigai mereka sebagai mata-mata Rusia .
Begitu laporan mingguan Jerman, Zeit, menggambarkan pengungkapan itu sebagai "eksplosif" dan memiliki kemungkinan sebagai skandal politik.
"Habeck dan ajudannya menghubungi Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi (Verfassungsschutz, juga dikenal sebagai BfV) sekitar musim semi ini, dengan alasan inkonsistensi dalam dokumen internal terkait dengan pipa Nord Stream 2, gas alam di fasilitas penyimpanan, dan laporan tentang keamanan energi Jerman," tulis Zeit seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (1/9/2022).
Menurut mingguan itu dokumen-dokumen tersebut dilaporkan memancarkan pemahaman untuk sudut pandang Rusia dan argumen yang dinyatakan di dalamnya seringkali tidak sesuai dengan garis resmi pemerintah.
Baca juga: Jerman Akan Perluas Kehadiran Militer di Indo Pasifik
Para pejabat tersebut diduga “menyimpang” dari posisi Habeck terkait penghentian sertifikasi Nord Stream 2, status Gazprom Jerman, serta bailout pemasok gas Uniper.
Begitu laporan mingguan Jerman, Zeit, menggambarkan pengungkapan itu sebagai "eksplosif" dan memiliki kemungkinan sebagai skandal politik.
"Habeck dan ajudannya menghubungi Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi (Verfassungsschutz, juga dikenal sebagai BfV) sekitar musim semi ini, dengan alasan inkonsistensi dalam dokumen internal terkait dengan pipa Nord Stream 2, gas alam di fasilitas penyimpanan, dan laporan tentang keamanan energi Jerman," tulis Zeit seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (1/9/2022).
Menurut mingguan itu dokumen-dokumen tersebut dilaporkan memancarkan pemahaman untuk sudut pandang Rusia dan argumen yang dinyatakan di dalamnya seringkali tidak sesuai dengan garis resmi pemerintah.
Baca juga: Jerman Akan Perluas Kehadiran Militer di Indo Pasifik
Para pejabat tersebut diduga “menyimpang” dari posisi Habeck terkait penghentian sertifikasi Nord Stream 2, status Gazprom Jerman, serta bailout pemasok gas Uniper.
Lihat Juga :