Jet Tempur Turki Dikunci Radar S-300, Erdogan: Yunani Menantang NATO!

Rabu, 31 Agustus 2022 - 10:03 WIB
loading...
Jet Tempur Turki Dikunci...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengikuti upacara di Ankara, Turki. Foto/anadolu
A A A
ANKARA - Yunani telah melakukan "tindakan bermusuhan" dan menantang aliansi NATO dengan mengunci jet tempur Turki dengan rudal pertahanan udara buatan Rusia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan hal itu pada Selasa (30/8/2022).

Dia ingin Amerika Serikat (AS) menanggapi tindakan Yunani tersebut. Media Turki melaporkan pesawat tempur F-16 Ankara “dikunci radar” oleh sistem S-300 Yunani. Tudingan itu dibantah Athena sebagai berita palsu.

“Yunani telah menantang NATO dan sekutunya dengan meningkatkan sikap permusuhannya, yang dimulai dengan melecehkan wilayah udara dan pesawat kami, ke tingkat penguncian radar S-300,” tegas Erdogan saat berpidato di Akademi Militer Turki di Ankara, menurut Direktorat Komunikasi Turki.

Baca juga: Mikhail Gorbachev: Dipuja Barat, Kontroversial di Negeri Sendiri

Erdogan menambahkan Turki “ingin” mendengar tanggapan AS terhadap “pelecehan” dari Yunani, yang dia gambarkan sebagai “tidak setara dengan politik, ekonomi, atau militer kami.”

Komentarnya muncul pada Hari Kemenangan, hari libur nasional yang merayakan kemenangan Turki atas tentara Yunani pada tahun 1922.

Perang tersebut menyebabkan berdirinya republik Turki dan eksodus massal orang-orang Yunani dari Asia Kecil dan etnis Turki dari Yunani saat ini.

Baca juga: Mikhail Gorbachev, Runtuhnya Tembok Berlin dan Hancurnya Uni Soviet

Permusuhan timbal balik antara Ankara dan Athena berlanjut bahkan setelah kedua negara bergabung dengan NATO pada tahun 1952.

Menurut CNN Turk pada Minggu, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di Kementerian Pertahanan Turki, dua F-16 Turki beroperasi di wilayah udara internasional di atas Laut Aegea pada 23 Agustus ketika mereka dikunci oleh pertahanan udara Yunani di pulau Kreta.

Insiden itu diduga terjadi di ketinggian 3.000 meter, sebelah barat pulau Rhodes.

Sumber-sumber militer Yunani kemudian mengatakan kepada media di Athena bahwa tidak ada sistem S-300 yang diaktifkan pada hari itu, menyebut klaim Turki itu salah.

Baik Yunani dan Turki mengoperasikan S-300 buatan Rusia, salah satu sistem pertahanan udara terbaik di dunia.

Pembelian sistem itu oleh Ankara pada tahun 2020 memicu sanksi AS dan NATO terhadap Turki dan penangguhannya dari program F-35.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved