Komandan Rusia: Cara Tercepat Kalahkan Ukraina, Putin Harus Lenyapkan Inggris

Rabu, 31 Agustus 2022 - 00:32 WIB
loading...
Komandan Rusia: Cara...
Seorang komandan militer Rusia meminta Presiden Vladimir Putin melenyapkan Kepulauan Inggris dengan serangan rudal hipersonik sebagai cara tercepat untuk mengalahkan Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Seorang komandan militer yang juga anggota Parlemen Rusia mengeklaim ada cara tercepat untuk mengalahkan Ukraina . Yakni, Presiden Vladimir Putin harus meluncurkan serangan rudal hipersonik untuk melenyapkan Kepulauan Inggris .

Andrey Gurulev, yang dikenal sebagai politisi garis keras, muncul di stasiun televisi pemerintah Kremlin untuk menyampaikan gagasannya tersebut.

Dia merupakan seorang letnan jenderal yang menjabat sebagai komandan tank Rusia.

Kepulauan Inggris yang dimaksud Gurulev berarti mencakup Irlandia yang selama ini bersikap netral.

Alih-alih mengarah ke perang dunia skala penuh, Gurulev menegaskan bahwa gagasannya akan menghentikan konflik Ukraina dan membawa kemenangan bagi Putin.

Baca juga: Protes Perang Putin, Wanita Tua Berani Bakar Mobil Mewah Jenderal Rusia

"Untuk hal-hal yang serius—London memahami tidak ada pertahanan terhadap rudal hipersonik [Rusia]," katanya kepada pemirsa televisi, seperti dikutip news.com.au, Selasa (30/8/2022).

“Mereka juga mengerti bahwa target utama bukanlah Jerman atau Prancis—tetapi Kepulauan Inggris."

“Itu adalah target terdekat, ini adalah target yang bagus, yang akan memungkinkan [kita] untuk mengubah hasil dari konflik ini [di Ukraina]," paparnya.

"Jadi dengan sepenuhnya memusnahkan Kepulauan Inggris, saya pikir kita akan menyelesaikan cerita ini."

Andrey Gurulev (51) tercatat sebagai anggota Parlemen dari Partai Rusia Bersatu dan anggota Komite Pertahanan Duma atau Parlemen.

Dengan merinci Kepulauan Inggris, dia memasukkan Irlandia, yang telah netral sejak 1930-an.

Dia mengeklaim bahwa "pengeboman karpet" oleh rudal Zircon akan mengurangi status Inggris ke Dunia Ketiga—dan Barat akan berhenti mendukung Ukraina, yang kemudian akan tunduk pada Putin. "Karena tidak ada yang akan memiliki keinginan untuk melakukan apa pun," ujarnya.

“Senjata hipersonik memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa, hampir setara dengan senjata nuklir—dan juga presisi,” kata Gurulev.

Dia mengeklaim bahwa Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris telah "mendesentralisasikan" pesawat tempurnya ke lokasi yang berbeda, takut akan kemungkinan serangan.

“Mereka menyadari jumlah rudal yang dikerahkan saat ini memungkinkan penghancuran seluruh kelompok penerbangan Inggris,” katanya.

Dia ditanya oleh Ruslan Ostashko, presenter Channel 1, apakah Inggris saat ini sedang mempersiapkan perang dengan Rusia.

"Ya--mereka sedang mempersiapkan perang dengan kami," jawab Gurulev. “Seluruh situasi ini bukan tentang Ukraina," lanjut dia.

“Kami tidak melawan Ukraina, kami melawan 'teman' Inggris kami dan [AS]...Mari kita membuatnya sangat sederhana," paparnya.

“Dua kapal, 50 peluncuran [rudal] Zircon—dan tidak ada satu pun pembangkit listrik yang tersisa di Inggris," imbuh dia.

“Lima puluh Zircon lagi—dan seluruh infrastruktur pelabuhan hilang. Satu lagi—dan kita melupakan Kepulauan Inggris," sambung Gurulev.

“Negara Dunia Ketiga, hancur dan berantakan karena Skotlandia dan Wales akan pergi. Ini akan menjadi akhir dari Kerajaan Inggris. Dan mereka takut akan hal itu."

Gurulev sebelumnya adalah wakil komandan distrik militer selatan Rusia yang luas, dan sekarang menjadi jenderal cadangan.

Moskow selama ini menganggap Inggris bertanggung jawab karena menggembleng Barat untuk berdiri kokoh dengan Ukraina, dan juga untuk memberikan senjata kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved