Presiden Taiwan: Menahan Diri Bukan Berarti Tidak Akan Melawan China!

Selasa, 30 Agustus 2022 - 22:40 WIB
loading...
Presiden Taiwan: Menahan...
Presiden Tsai Ing-wen sebut Taiwan akan menahan diri terhadap provokasi China, namun bukan berarti tak akan melawan. Foto/REUTERS
A A A
PENGHU - Presiden Tsai Ing-wen mengatakan semakin China memprovokasi, Taiwan harus lebih tenang, tetapi menahan diri tidak berarti tidak ada “perlawanan yang kuat” jika diperlukan.

Tekad itu disampaikan Tsai pada Selasa (30/8/2022) saat mengunjungi pasukan garis depan yang berbasis di pulau-pulau di Selat Taiwan yang sensitif.

China, yang mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya meskipun ada keberatan keras dari pemerintah di Taipei, telah melakukan latihan militer di sekitar pulau itu bulan ini setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi.

Baca juga: Kemarahan China Tak Digubris, Makin Banyak Anggota Parlemen AS Kunjungi Taiwan

Mengunjungi pangkalan Angkatan Udara dan Angkatan Laut utama di pulau-pulau Penghu di Selat Taiwan, Tsai memuji angkatan bersenjata atas upaya tak kenal lelah mereka untuk melindungi Taiwan, dan mengecam Beijing atas latihan dan intimidasinya.

“Saya ingin memberi tahu semua orang bahwa semakin banyak musuh memprovokasi, kita harus semakin tenang,” kata Tsai kepada perwira Angkatan Laut Taiwan.

“Kami tidak akan memprovokasi perselisihan, dan kami akan menahan diri, tetapi itubukan berarti kami tidak akan melawan,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.

“Saya telah memerintahkan Kementerian Pertahanan Nasional untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dan kuat pada waktu yang tepat untuk mempertahankan keamanan wilayah udara negara ini,” kata Tsai, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Tidak ada tembakan yang dilepaskan, dan pemerintah Taiwan telah berulang kali mengatakan telah menanggapi dengan tenang aktivitas China.

Tetapi Taiwan sangat kecewa baru-baru ini dengan pesawat tak berawak China yang terbang sangat dekat dengan pulau-pulau yang dikontrolnya di sebelah pantai China, yang menurut Tsai adalah bagian dari perang "zona abu-abu" Beijing.

Kapal perang dan jet tempur yang berpangkalan di Penghu telah dipersenjatai dengan peluru sejak China memulai latihannya bulan ini. Hal itu disampaikan para perwira Taiwan.

Kapten fregat Lee Kuang-ping mengatakan bahwa mereka secara teratur telah bertukar peringatan radio dengan kapal perang China.

“Kadang-kadang di dekat zona latihan kapal nelayan komunis China muncul, dan mereka secara provokatif mengatakan ‘pukul mereka, pukul mereka!’,” imbuh Lee.

Unit militer China yang bertanggung jawab atas daerah yang berdekatan dengan Taiwan, Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat, merilis sebuah video pulau Penghu pada 15 Agustus, yang tampaknya diambil oleh Angkatan Udara China.

Militer Taiwan menyebutnya sebagai perang informasi video, menuduh China melebih-lebihkannya dan mengatakan tidak benar bahwa pasukan China telah mendekati pulau-pulau itu.

Penghu, tujuan wisata musim panas untuk pantainya, dekat dengan pantai barat daya Taiwan, tidak seperti pulau Kinmen dan Matsu yang dikuasai Taiwan, yang terletak tepat di sebelah pantai China.

Angkatan bersenjata Taiwan diperlengkapi dengan baik tetapi dikerdilkan oleh China. Tsai telah mengawasi program modernisasi dan menjadikan peningkatan belanja pertahanan sebagai prioritas.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Xi Mingze: Jejak Senyap...
Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved