Uni Eropa Terpecah Soal Larangan Turis Rusia

Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:50 WIB
loading...
A A A
“Kita harus mengatakan ‘tidak’ dengan jelas kepada pengendara bebas Rusia yang tidak tahu malu di perbatasan,” tulis Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis dalam sebuah opini untuk Politico yang menyerukan “solidaritas visa” di dalam Uni Eropa.

Seperti orang lain yang menganjurkan pembatasan pariwisata Rusia, dia menyarankan bahwa visa harus tetap tersedia atas dasar kemanusiaan — membiarkan pintu Eropa terbuka bagi para aktivis demokrasi dan mereka yang dianiaya oleh rezim otoriter Moskow dan Minsk.

Para pemimpin dan pejabat lain mengatakan gagasan menargetkan warga Rusia sehari-hari untuk menghukum Putin adalah gagasan yang salah.

Beberapa orang mempertanyakan apakah pelarangan pariwisata pada kenyataannya akan mendorong rakyat Rusia untuk menentang perang, apalagi pemerintah.

“Gagasan bahwa memaksa orang Rusia untuk tinggal di rumah entah bagaimana akan membuat mereka mengubah kebijakan Kremlin dipertanyakan bahkan jika negara Rusia adalah negara demokrasi, dan sangat menggelikan mengingat itu sama sekali tidak,” tulis Anna Arutunyan, seorang jurnalis dan penulis Rusia-Amerika, dalam sebuah opini untuk Moscow Times.

“Tidak ada bukti sejarah apa pun bahwa perbatasan yang tertutup membuat orang mendorong perubahan demokrasi,” lanjutnya. "Hanya ada bukti sebaliknya," tegasnya.

Dalam sebuah makalah diskusi yang diedarkan menjelang pertemuan minggu ini, Prancis dan Jerman menentang larangan total dengan alasan bahwa mengalami kehidupan dalam sistem demokrasi secara langsung dapat memiliki “kekuatan transformatif” bagi Rusia, menurut kantor berita Jerman, DPA.

Baca juga: Mantan Presiden Rusia Sebut 4 Skenario untuk Gunakan Senjata Nuklir

“Kebijakan visa kami harus mencerminkan itu dan terus mengizinkan orang-orang untuk kontak orang-orang di UE dengan warga negara Rusia yang tidak terkait dengan pemerintah Rusia,” tulis surat kabar itu.

Menanggapi itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, debat visa UE menunjukkan "benar-benar tidak ada alasan."

"Ini adalah keputusan yang sangat serius yang mungkin ditujukan terhadap warga kita," katanya, dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved