Gedung Putih Kecam Laporan Perburuan Tentara AS di Afghanistan
Rabu, 01 Juli 2020 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, dalam hal ini jika ada keputusan strategis untuk dibuat berhadapan dengan Rusia ... itu tidak diberikan pengarahan kepada presiden ... itu tidak dapat dipercaya," tukasnya.
Laporan ini muncul pada hari Jumat setelah New York Times melaporkan bahwa intelijen yang dikumpulkan dari interogasi tahanan di Afghanistan telah menunjuk agen intelijen Rusia membayar hadiah kepada militan Taliban untuk membunuh tentara AS di negara itu. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Moskow telah membantah tuduhan itu, dan pejabat intelijen serta pertahanan AS telah mengindikasikan bahwa sementara pejabat senior Gedung Putih mungkin tahu tentang laporan yang tidak diverifikasi, Trump tidak pernah diberi pengarahan terkait hal itu.
"Karena tuduhan dalam artikel pers baru-baru ini belum diverifikasi atau dibuktikan oleh komunitas intelijen, Presiden Trump belum diberi pengarahan tentang hal itu," kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien dalam sebuah pernyataan Senin.
"Namun demikian, Administrasi, termasuk staf Dewan Keamanan Nasional, telah mempersiapkan, jika situasi memerlukan tindakan," imbuhnya.
Laporan ini muncul pada hari Jumat setelah New York Times melaporkan bahwa intelijen yang dikumpulkan dari interogasi tahanan di Afghanistan telah menunjuk agen intelijen Rusia membayar hadiah kepada militan Taliban untuk membunuh tentara AS di negara itu. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Moskow telah membantah tuduhan itu, dan pejabat intelijen serta pertahanan AS telah mengindikasikan bahwa sementara pejabat senior Gedung Putih mungkin tahu tentang laporan yang tidak diverifikasi, Trump tidak pernah diberi pengarahan terkait hal itu.
"Karena tuduhan dalam artikel pers baru-baru ini belum diverifikasi atau dibuktikan oleh komunitas intelijen, Presiden Trump belum diberi pengarahan tentang hal itu," kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien dalam sebuah pernyataan Senin.
"Namun demikian, Administrasi, termasuk staf Dewan Keamanan Nasional, telah mempersiapkan, jika situasi memerlukan tindakan," imbuhnya.
(ber)
Lihat Juga :