Cegah Pembebasan Umar Patek, PM Australia Didesak Intervensi Indonesia

Senin, 29 Agustus 2022 - 11:22 WIB
loading...
A A A
Kemish mengatakan dia akan mendukung acara resmi pemerintah di Bali untuk menandai peringatan 20 tahun serangan bom di Sari Club dan Paddy's Irish Bar, Kuta, 12 Oktober 2002.

Kemish optimistis pembebasan Umar Patek belum selesai.

“Ini waktu yang sangat disayangkan dan Anda hanya bisa merasakan simpati yang tulus atas kesedihan mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai,” kata Kemish, yang berada di Perth untuk meluncurkan buku barunya "The Consul".

“Baik Anda atau saya tidak dapat merasakan rasa sakit itu dan untuk itu berpotensi terjadi ketika orang-orang berada pada tingkat kepekaan yang tinggi—dan peringatan ini adalah saat-saat yang sulit—pasti merasa takut dengan kemungkinan dia akan dibebaskan. Tetapi saya perhatikan orang Indonesia belum membuat keputusan akhir mereka dan sedang mempertimbangkan banyak hal," paparnya, seperti dikutip dari thewest.com.au, Senin (29/8/2022).

Sebelumnya, Pemerintah Federal Australia menyatakan tidak akan mengadakan upacara di Bali untuk memperingati 20 tahun serangan bom yang menewaskan 202 orang termasuk 88 warga Australia.

“Pada akhirnya, mereka adalah negara berdaulat yang harus membuat penilaian sendiri tentang apa yang benar mengingat keterlibatan seseorang dalam pembunuhan 202 orang. Saya tahu sistem Indonesia dapat memperhitungkan banyak hal dan saya harap mereka melakukannya," kata Kemish.

“Saya pikir pemerintah Australia menanggapi dengan tepat kekhawatiran para korban dan keluarga mereka. Ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.”

Beberapa keluarga yang terkena dampak serangan bom Bali kecewa karena Pemerintah Australia karena tidak merencanakan upacara resmi untuk peringatan 20 tahun tragedi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
AS Sebut Sekutu NATO...
AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Tekor! Bandara Israel...
Tekor! Bandara Israel Dikuasai Pesawat Militer AS akibat Perang, Kehilangan 18 Juta Penumpang
Rekomendasi
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved