Tegang, Sistem Rudal S-300 Yunani Mengunci Jet Tempur F-16 Turki

Senin, 29 Agustus 2022 - 09:36 WIB
loading...
Tegang, Sistem Rudal...
Radar sistem rudal S-300 Yunani dilaporkan mengunci jet tempur F-16 Turki yang terbang di wilayah udara internasional. Foto/REUTERS/Murad Sezer
A A A
ATHENA - Radar sistem pertahanan rudal S-300 Yunani mengunci jet tempur F-16 Turki yang melakukan misi pengintaian di atas Mediterania Timur dan Laut Aegea.

Menurut media Turki, Anadolu Agency, jet tempur Ankara beroperasi di wilayah udara internasional saat dibidik sistem pertahanan rudal Athena pada Selasa pekan lalu.

Laporan yang mengutip sumber Kementerian Pertahanan Turki itu mengatakan jet tempur F-16 berada di ketinggian 3.000 meter (10.000 kaki) di sebelah barat pulau Rhodes Yunani ketika radar pelacak target S-300 buatan Rusia menguncinya.

Beruntung, sistem pertahanan rudal itu tidak melepaskan tembakan dan jet tempur Turki kembali ke pangkalannnya dengan selamat.

Baca juga: Turki Tak Akan Beli Jet Tempur F-16 AS Jika Penggunaannya Dibatasi

Media Turki itu menambahkan, penguncian oleh radar sistem rudal S-300 itu sebagai tindakan permusuhan di bawah aturan keanggotaan NATO.

Sementara itu, sumber Kementerian Pertahanan Yunani menepis tuduhan tersebut.

“Sistem rudal S-300 Yunani tidak pernah mengunci jet F-16 Turki,” kata sumber tersebut, seperti dikutip stasiun televisi Ert yang dikelola pemerintah, Senin (29/8/2022).

Pekan lalu, Turki memanggil atase militer Yunani dan mengajukan keluhan kepada NATO setelah F-16 Yunani diduga mengganggu F-16 Turki yang melakukan misi untuk aliansi.

Anadolu Agency melaporkan pilot Yunani menempatkan pesawat Turki di bawah kunci radar di atas Mediterania Timur.

Turki memberikan tanggapan yang diperlukan dan memaksa pesawat Yunani meninggalkan daerah itu.

Namun, Yunani menolak peristiwa versi Turki. Kementerian Pertahanan-nya mengatakan lima jet Turki muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk menemani penerbangan pesawat pengebom B-52 Amerika Serikat–yang seharusnya tidak memiliki pengawalan pesawat tempur–melalui area yang berada di bawah kendali penerbangan Yunani.

Disebutkan bahwa empat jet tempur Yunani dikerahkan dan dikejar dari pesawat Turki. Pihak Athena memberi tahu NATO dan otoritas AS tentang insiden tersebut.

Meskipun keduanya adalah anggota NATO, Turki dan Yunani memiliki perselisihan selama beberapa dekade atas berbagai masalah, termasuk klaim teritorial di Laut Aegea dan ketidaksepakatan atas wilayah udara di sana.

Perselisihan telah membawa mereka ke ambang perang tiga kali dalam setengah abad terakhir.

Ketegangan berkobar pada tahun 2020 atas hak pengeboran eksplorasi di wilayah Laut Mediterania, di mana Yunani dan Siprus mengeklaim zona ekonomi eksklusif, yang mengarah pada kebuntuan Angkatan Laut.

Turki menuduh Yunani melanggar perjanjian internasional dengan memiliterisasi pulau-pulau di Laut Aegea. Sedangkan Athena mengatakan pihaknya perlu mempertahankan pulau-pulau itu—banyak di antaranya terletak dekat pantai Turki—dari serangan potensial armada besar kapal pendarat militer Turki.

Turki mengatakan Yunani menempatkan pasukan di pulau-pulau di Laut Aegea yang melanggar perjanjian damai yang ditandatangani setelah Perang Dunia I dan II.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan dialog dengan Yunani setelah menuduh Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis melobi penjualan senjata AS ke negaranya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Belanda Tersingkir,...
Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved