Taliban soal Hak Perempuan: Kami Islam, Tak Bisa Disamakan dengan Eropa

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 00:47 WIB
loading...
A A A
Taliban mengambil alih Kabul—dan wilayah Afghanistan secara keseluruhan—setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan penarikan tergesa-gesa pasukan militer AS dari Afghanistan yang berakhir pada Agustus 2021, membuat banyak orang mengatakan lanskap keamanan internasional jauh lebih tidak aman.

AS beberapa minggu lalu menemukan dan membunuh pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri dalam operasi kontraterorisme di Kabul, Afghanistan, dan negara itu telah jatuh ke dalam krisis kemanusiaan. Namun Taliban mengatakan tidak pernah menemukan jasad Zawahiri.

Taliban juga mengikis sejumlah langkah yang lebih demokratis yang dibantu AS untuk dipasang di negara itu dan semakin memperumit hubungan yang sudah berbatu antara AS dan Pakistan, salah satu sekutu utama Amerika di kawasan itu.

Taliban telah berjanji untuk melindungi hak-hak perempuan "dalam batas-batas Islam", yang menimbulkan pertanyaan tentang hak-hak apa yang masih akan dinikmati perempuan di bawah emirat baru tersebut.

Dewan Keamanan PBB mendesak Taliban untuk "cepat membalikkan" kebijakan dan praktik terhadap perempuan dan anak perempuan Afghanistan, yang telah dilarang mengenyam pendidikan menengah, yang menurut The Guardian hanyalah larangan langsung terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan.

Shaheen mendorong gambaran yang lebih cerah daripada yang dituduhkan oleh para kritikus, dan mengeklaim bahwa Taliban telah bekerja untuk mengintegrasikan perempuan ke dalam pemerintahan dan peran kekuasaan dan tidak membatasi akses ke pendidikan sama sekali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
Rudal Oreshnik Rusia...
Rudal Oreshnik Rusia Tak Bisa Dicegat, Nasib Ukraina Mencemaskan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved