Suku Kenya Tuntut Inggris Rp2.000 Triliun Atas Kejahatan Era Kolonial
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini, beberapa perusahaan teh paling makmur di dunia, seperti Unilever, Williamson Tea, Finlay's dan Lipton, menempati dan mengolah tanah-tanah ini dan terus menggunakannya untuk menghasilkan keuntungan yang cukup besar," kata suku-suku itu dalam pengajuan ke pengadilan seperti dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (26/8/2022).
Joel Kimutai Bosek, seorang pengacara yang mewakili mereka, pada hari Selasa lalu mengatakan: "Pemerintah Inggris telah merunduk dan menyelam, dan sayangnya menghindari setiap kemungkinan jalan ganti rugi."
"Kami tidak punya pilihan selain melanjutkan ke pengadilan untuk klien kami sehingga sejarah dapat diluruskan," imbuhnya.
Suku-suku tersebut juga menuduh tentara Inggris dan pejabat kolonial melakukan pembunuhan di luar hukum, pemerkosaan, penyiksaan dan pemenjaraan, meskipun tuduhan ini tidak akan menjadi fokus gugatan.
Klaim tersebut diajukan ke PBB pada tahun 2019 dalam sebuah pengaduan yang memperoleh lebih dari 100 ribu tanda tangan dari para korban dan keturunan mereka.
Baca juga: Macron Ungkap Berakhirnya Kelimpahan, Pengorbanan Harus Dilakukan
Joel Kimutai Bosek, seorang pengacara yang mewakili mereka, pada hari Selasa lalu mengatakan: "Pemerintah Inggris telah merunduk dan menyelam, dan sayangnya menghindari setiap kemungkinan jalan ganti rugi."
"Kami tidak punya pilihan selain melanjutkan ke pengadilan untuk klien kami sehingga sejarah dapat diluruskan," imbuhnya.
Suku-suku tersebut juga menuduh tentara Inggris dan pejabat kolonial melakukan pembunuhan di luar hukum, pemerkosaan, penyiksaan dan pemenjaraan, meskipun tuduhan ini tidak akan menjadi fokus gugatan.
Klaim tersebut diajukan ke PBB pada tahun 2019 dalam sebuah pengaduan yang memperoleh lebih dari 100 ribu tanda tangan dari para korban dan keturunan mereka.
Baca juga: Macron Ungkap Berakhirnya Kelimpahan, Pengorbanan Harus Dilakukan
Lihat Juga :