Pakar Militer: Jepang Kekurangan Amunisi untuk Perang Skala Besar

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Baca: Tokyo Protes, Rudal China Mendarat di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

Sebuah diskusi saat ini sedang berlangsung di Jepang untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan negara menjadi 2% dari produk domestik bruto (PDB), kata pakar tersebut.

“Fokus dalam meningkatkan pengeluaran pertahanan adalah mengumpulkan amunisi dan memperkuat infrastruktur pertahanan di daerah pulau-pulau terpencil dekat Taiwan,” kata pakar tersebut.

Menurutnya, saat ini China memiliki kekuatan Angkatan Laut dan Udara yang dominan di sana. “Jika potensi stand-off nyata harus diciptakan, ini juga akan membutuhkan pembangunan kemampuan lain, selain amunisi: untuk memastikan, misalnya, jumlah tanker pengisian bahan bakar udara, rudal anti-kapal, pertahanan udara dan peperangan elektronik yang diperlukan. sistem,” bantahnya.

Menurut Koizumi, pemenuhan program ini kemungkinan akan membutuhkan peningkatan belanja pertahanan negara hingga di atas 2% dari PDB. Koalisi Jepang yang berkuasa sekarang mengadakan diskusi tentang apakah negara itu mampu membayar pengeluaran ekstra yang begitu besar.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Liburan ke Jepang Jelajah...
Liburan ke Jepang Jelajah Fukuoka Tanpa Pusing Urus Itinerary
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved