Korea Utara Laporkan Kasus Demam Baru setelah Deklarasi Kalahkan Covid-19

Kamis, 25 Agustus 2022 - 12:00 WIB
loading...
Korea Utara Laporkan...
Orang-orang menonton televisi yang menyiarkan laporan berita tentang wabah COVID-19 di Korea Utara, di stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, 17 Mei 2022. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Media pemerintah Korea Utara (Korut) melaporkan empat kasus demam baru pada Kamis (25/8/2022). Pyongyang mengatakan para pasien diduga terinfeksi "epidemi ganas".

Pernyataan ini muncul hanya dua pekan setelah negara itu mengumumkan kemenangan atas COVID-19.

Negara yang terisolasi itu telah mempertahankan blokade kaku sejak awal pandemi. Korut baru mengkonfirmasi wabah Omicron di ibu kota Pyongyang pada Mei.

Baca juga: Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un juga jatuh sakit selama wabah tersebut. Dia menyatakan kemenangan atas virus awal bulan ini dan memerintahkan pencabutan "sistem pencegahan epidemi darurat maksimum" negara itu karena kasus yang dilaporkan secara resmi turun menjadi nol.

“Tetapi empat kasus demam baru tercatat di provinsi Ryanggang yang berbatasan dengan China, pada 23 Agustus,” ungkap Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), mengutip data dari markas besar pencegahan epidemi darurat negara.

“Pihak berwenang segera mengunci daerah di mana kasus demam terjadi dan pada saat yang sama segera memobilisasi tim anti-epidemi bergerak cepat dan tim diagnosis serta perawatan cepat,” papar laporan KCNA.

Baca juga: UE Akui Kesepakatan Abraham Tak Ubah Situasi Palestina

KCNA menambahkan, “Mereka juga mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki penyebab wabah demam."

Korea Utara merujuk pada "pasien demam" daripada "pasien COVID-19" dalam laporan kasus itu, tampaknya karena kurangnya kapasitas pengujian.

Korut mencatat hampir 4,8 juta infeksi "demam" dan hanya 74 kematian dengan tingkat kematian resmi 0,002 persen, menurut media pemerintah.

Tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 29 Juli hingga saat ini.

Para ahli, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah lama mempertanyakan statistik COVID-19 Pyongyang dan mengklaim telah mengendalikan wabah tersebut.

“Korea Utara memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terburuk di dunia, dengan rumah sakit yang tidak lengkap, beberapa unit perawatan intensif dan tidak ada obat perawatan Covid,” papar para ahli.

Korut tidak diyakini telah memvaksinasi salah satu dari 25 juta penduduknya, meskipun mungkin telah menerima beberapa vaksin dari China, ungkap situs spesialis yang berbasis di Seoul NK News.

Pyongyang menyalahkan wabah itu pada Korea Selatan dan memperingatkan "pembalasan".

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
FBI Tuding Korea Utara...
FBI Tuding Korea Utara Retas Kripto Senilai Rp25 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved