UE Akui Kesepakatan Abraham Tak Ubah Situasi Palestina

Kamis, 25 Agustus 2022 - 08:47 WIB
loading...
A A A
Keduanya membahas konflik Israel-Palestina dan Israel-Arab dan kebutuhan menemukan solusi positif yang akan menawarkan perdamaian, tidak hanya untuk Palestina dan Israel tetapi untuk wilayah yang lebih luas.

“Saya percaya Arab Saudi memiliki peran yang sangat penting untuk dimainkan,” papar Koopmans kepada Arab News.

“Adalah harapan semua orang bahwa konflik Israel-Palestina diselesaikan dan bahwa negara Palestina muncul sepenuhnya dan diakui. Untuk itu, kami membutuhkan lebih banyak,” papar dia.

“Jadi, itu juga yang saya diskusikan dengan pemerintah Saudi dan dengan banyak pemerintah lain di kawasan ini. Bagaimana kita bisa melakukan segalanya sedemikian rupa sehingga, pada saat yang sama Anda memiliki normalisasi, Anda juga memiliki kedamaian yang sebenarnya? Kita tidak bisa meninggalkan satu hal untuk nanti. Itu mungkin tidak akan pernah terjadi,” ujar dia.

Koopmans yang telah ditugaskan Uni Eropa dengan memberikan kontribusi aktif untuk penyelesaian akhir konflik Israel-Palestina, menyoroti relevansi lanjutan Inisiatif Perdamaian Arab yang diusulkan mendiang Raja Abdullah dari Arab Saudi pada 2002.

Inisiatif tersebut, yang didukung kembali pada KTT Liga Arab 2007 dan 2017, menawarkan normalisasi hubungan dengan imbalan penarikan penuh oleh Israel dari wilayah Arab yang diduduki, “penyelesaian yang adil” dari masalah pengungsi Palestina, dan pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Arab Saudi dan beberapa negara lain ingin melihat Prakarsa Perdamaian Arab diimplementasikan sebelum mereka setuju mempertimbangkan normalisasi formal dengan Israel.

“Pertama-tama saya harus mengatakan bahwa UE juga mendukung Prakarsa Perdamaian Arab, dan prakarsa Raja Abdullah pada waktu itu sangat berani dan sangat penting, dan saya yakin itu masih berlaku dan kami masih mendukung ini,” papar Koopmans.

Dia menambahkan, “Ada banyak kendala untuk melihatnya menjadi kenyataan, dan kendala itulah yang sedang kami kerjakan saat ini.”

Perpecahan dalam tubuh politik Palestina, bersama dengan kesulitan politik Israel yang berlarut-larut, hanyalah beberapa dari banyak hambatan yang menghambat proses perdamaian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved