UE Akui Kesepakatan Abraham Tak Ubah Situasi Palestina

Kamis, 25 Agustus 2022 - 08:47 WIB
loading...
A A A
Koopmans percaya, jalan ke depan adalah bagi semua pihak untuk mengakui kepentingan yang mereka miliki bersama.

“Kita perlu sampai pada titik di mana semua orang cukup kuat dan cukup bersedia mengatakan sekarang adalah waktu untuk perdamaian, seperti yang saya yakini,” papar Koopmans.

Dia menambahkan, “Jika kita semua melihat apa kepentingan kita yang sebenarnya, maka kita menemukan banyak hal yang menyatukan kita, termasuk orang Eropa.”

“Kami menginginkan keamanan untuk Timur Tengah. Kami ingin semua orang hidup dalam kebebasan. Kami ingin orang menikmati hak yang sama. Dan kami ingin semua negara di bagian dunia yang begitu dekat dengan kami ini memiliki hubungan perdagangan yang baik, memiliki perjanjian dan pertukaran energi dan air serta perubahan iklim,” ujar dia.

“Ada banyak yang harus dilakukan di depan itu, dan saya percaya itu adalah kepentingan semua orang. Dan itulah upaya saya datang ke Arab Saudi untuk berdiskusi dengan pemerintah Anda,” papar dia.

Bagi sebagian pengamat, pengakuan formal atas negara Palestina merupakan prasyarat penting untuk menghidupkan kembali proses perdamaian. Untuk Koopmans, bagaimanapun, waktu pengakuan tersebut penting.

“Ada beberapa negara anggota Eropa, beberapa negara yang mengakui negara Palestina. Mayoritas tidak,” ujar Koopmans.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved