Liga Arab Marah Jerman Intimidasi Presiden Palestina Soal 50 Holocaust Israel

Minggu, 21 Agustus 2022 - 02:01 WIB
loading...
Liga Arab Marah Jerman Intimidasi Presiden Palestina Soal 50 Holocaust Israel
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto/Palestinian Presidency/Anadolu Agency
A A A
KAIRO - Liga Arab pada Jumat (19/8/2022) tak terima dengan "kampanye intimidasi" Jerman terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas setelah pernyataannya "50 Holocaust" Israel pada rakyat Palestina.

Pernyataan yang dikeluarkan Liga Arab menegaskan, "Mengungkapkan penolakan dan keterkejutannya atas apa yang tampaknya merupakan kampanye intimidasi Jerman terhadap Palestina dan Presiden Mahmoud Abbas."

Pernyataan Liga Arab mengutip bahwa Abbas menggunakan istilah "Holocaust untuk mengungkapkan kejahatan Israel yang dilakukan terhadap rakyat Palestina."

Baca juga: Pemimpin Katolik Yerusalem: Rakyat Palestina Merasa Ditinggalkan Komunitas Internasional

Menurut Liga Arab, para pengkritik menganggap masalah itu "di luar konteks yang tepat".

Sekretariat Jenderal Liga Arab menegaskan, "Mengecam reaksi Jerman yang bertindak terlalu jauh dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tanpa pembenaran yang meyakinkan dan rasional, menjelekkan orang-orang Palestina dan meremehkan penderitaan besar mereka selama beberapa dekade."

Liga Arab menuduh Jerman berurusan dengan "korban" rakyat Palestina sebagai: "Pelaku dan mengubah pelaku sebenarnya, yaitu pendudukan (Israel), menjadi korban."

Baca juga: Jerman Selidiki Pernyataan Abbas tentang 50 Holocaust Israel pada Palestina

Sementara itu, Kantor Berita Wafa melaporkan sumber resmi dari Liga Arab yang menyatakan organisasi tersebut, "Memahami bobot warisan sejarah pada pemerintah Jerman kontemporer dan sensitivitas masalah Holocaust."

Pembantaian Israel terhadap rakyat Palestina hingga saat ini tak mendapat sanksi apapun dari dunia internasional.

Sebaliknya, kecaman terhadap kebrutalan Israel justru dianggap sebagai aksi anti-Semit oleh negara-negara Barat.

(sya)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2170 seconds (10.55#12.26)