Habisi 4 Warga AS, Teroris ISIS Geng Beatle Dipenjara Seumur Hidup

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 08:30 WIB
loading...
A A A
Panel hakim atau juri berunding selama kurang dari enam jam pada akhir persidangan dua minggu sebelum memutuskan Elsheikh bersalah atas perannya dalam kematian empat sandera asal Amerika-- jurnalis Foley dan Steven Sotloff serta pekerja bantuan Peter Kassig dan Kayla Mueller.

Elsheikh dan mantan "geng Beatle" lainnya, Alexanda Kotey, ditangkap oleh milisi Kurdi di Suriah pada Januari 2018 dan diserahkan kepada pasukan AS di Irak.

Mereka diterbangkan ke Amerika Serikat pada 2020 untuk diadili.

Kotey (38) mengaku bersalah pada September 2021 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada April.

Anggota lain "geng Beatle", Aine Davis (38) telah dideportasi ke Inggris dari Turki dan ditahan atas tuduhan terorisme.

Orang keempat dalam kelompok itu, algojo Mohammed Emwazi, dibunuh oleh pesawat tak berawak AS di Suriah pada November 2015.

Para penyandera, yang dibesarkan dan diradikalisasi di London, dijuluki "Beatles" oleh para tawanan mereka karena aksen Inggris mereka yang khas.

Aktif di Suriah dari 2012 hingga 2015, mereka menculik lebih dari dua lusin jurnalis dan pekerja bantuan dari Amerika Serikat dan negara lain.

Sepuluh mantan sandera Eropa dan Suriah bersaksi di persidangan Elsheikh menuduh "geng Beatles" melakukan perlakuan brutal selama berbulan-bulan termasuk pemukulan, kejutan listrik, waterboarding, dan eksekusi palsu.

"Penuntutan ini membuka kedok ISIS 'Beatles' yang biadab dan sadis," kata asisten jaksa AS Raj Parekh pada vonis hari Jumat.

"Elsheikh tetap menantang tanpa belas kasihan dan tidak menyesal," imbuh Parekh, seperti dikutip AFP, Sabtu (20/8/2022).

Foley, Sotloff dan Kassig dipenggal oleh Emwazi, dan video kematian mereka dirilis oleh ISIS untuk tujuan propaganda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved