Koran Arab Saudi Terbitkan Kartun yang Menghina Khomeini, Iran Marah
Rabu, 17 Agustus 2022 - 05:10 WIB
loading...
Iran marah atas penerbitan kartun yang menghina pemimpin revolusi Ayatollah Ruhollah Khomeini oleh surat kabar Arab Saudi. Foto/RT.com
A
A
A
TEHERAN - Pemerintah Teheran marah atas tindakan koran Arab Saudi yang menerbitkan kartun dengan gambar yang dianggap menghina pemimpin revolusi Iran , Ayatollah Ruhollah Khomeini. Gambar itu menunjukkan wajah Khomeini dicampur dengan ekspresi setan.
Pada hari Minggu, surat kabar Arab Saudi; Al-Riyadh, menerbitkan sebuah laporan berjudul "Iran and assassinations..a close relationship [Iran dan pembunuhan...sebuah hubungan dekat]", dengan karikatur wajah Khomeini yang dikombinasikan dengan ekspresi setan.
Teheran menganggap penerbitan kartun itu sebagai penghinaan yang tidak akan ditoleransi oleh rakyat Iran.
Baca juga: Ayat-Ayat Setan, Tragisnya Salman Rushdie, dan 33 Fatwa Mati Iran
"Kami berharap saudara-saudara di Arab Saudi untuk melanjutkan hubungan mereka dengan kami berdasarkan kepentingan bersama, dan kami berharap Riyadh akan mematuhi prinsip dialog dan menghindari mengambil tindakan apa pun yang membahayakan masalah ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani, mengacu pada pembicaraan bilateral untuk menjalin hubungan antara kedua negara.
Pada hari Minggu, surat kabar Arab Saudi; Al-Riyadh, menerbitkan sebuah laporan berjudul "Iran and assassinations..a close relationship [Iran dan pembunuhan...sebuah hubungan dekat]", dengan karikatur wajah Khomeini yang dikombinasikan dengan ekspresi setan.
Teheran menganggap penerbitan kartun itu sebagai penghinaan yang tidak akan ditoleransi oleh rakyat Iran.
Baca juga: Ayat-Ayat Setan, Tragisnya Salman Rushdie, dan 33 Fatwa Mati Iran
"Kami berharap saudara-saudara di Arab Saudi untuk melanjutkan hubungan mereka dengan kami berdasarkan kepentingan bersama, dan kami berharap Riyadh akan mematuhi prinsip dialog dan menghindari mengambil tindakan apa pun yang membahayakan masalah ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani, mengacu pada pembicaraan bilateral untuk menjalin hubungan antara kedua negara.
Lihat Juga :